Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Trending, Gunung Marapi Erupsi, Warga Panik Dengar Dentuman Keras, Bisa Erupsi Kapan Saja?

Zakarias Fariury • Kamis, 22 Agustus 2024 | 07:01 WIB
Gunung Marapi Erupsi (istimewa)
Gunung Marapi Erupsi (istimewa)

RADAR KUDUS - Gunung Marapi, yang berlokasi di Kabupaten Tanahdatar dan Agam, Provinsi Sumatera Barat, kembali mengalami erupsi pada Rabu (21/8/2024) pukul 12:40 WIB.

Erupsi ini tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 30 mm dan berlangsung selama sekitar 48 detik.

Namun, tinggi kolom abu letusan tidak bisa diamati dengan jelas karena tertutup awan tebal.

Sejumlah warga di sekitar gunung melaporkan mendengar suara dentuman keras yang berasal dari arah Gunung Marapi saat erupsi terjadi.

Dentuman ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat, mengingat aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.

Ketua Tim Gunung Api dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Heruningtyas Desi Purnamasari, menjelaskan bahwa saat ini Gunung Marapi masih berada pada Status Level II atau Waspada.

"Aktivitas vulkanik di dalam gunung masih berlanjut dan bisa memicu erupsi kapan saja," ujar Tyas saat diwawancarai oleh Padang Ekspres, Rabu sore (21/8/2024).

Purnamasari menambahkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Marapi belum stabil. Oleh karena itu, masyarakat di sekitar gunung diimbau untuk mematuhi semua rekomendasi dari Badan Geologi guna menjaga keselamatan dan mengurangi risiko dari aktivitas vulkanik yang tidak dapat diprediksi.

Hasil Evaluasi Aktivitas Gunung Marapi Periode 1-15 Agustus

Kepala Badan Geologi/Kepala PVMBG, P. Hadi Wijaya, dalam laporan evaluasi perkembangan aktivitas Gunung Marapi untuk periode 1 hingga 15 Agustus 2024, menyebutkan bahwa potensi erupsi atau letusan masih ada sebagai bagian dari pelepasan sisa energi menuju kondisi keseimbangan.

"Jika tidak ada peningkatan pasokan magma, erupsi yang mungkin terjadi diperkirakan akan berskala kecil dengan potensi bahaya di sekitar puncak atau dalam radius 3 km dari Kawah Verbeek," jelas Hadi.

Hadi juga memperingatkan warga di sekitar Gunung Marapi agar tetap waspada terhadap potensi bahaya dari abu vulkanik yang bisa mengganggu kesehatan pernapasan dan menyebar mengikuti arah angin.

Selain itu, material erupsi yang jatuh di puncak dan lereng gunung berpotensi menjadi lahar saat bercampur dengan air hujan, yang dapat mengakibatkan banjir lahar di lembah dan bantaran sungai.

Lebih lanjut, Hadi mengingatkan adanya potensi bahaya dari gas-gas vulkanik beracun seperti CO2, CO, SO2, dan H2S yang dapat membahayakan di area kawah dan puncak Gunung Marapi.

Arahan dan Rekomendasi bagi Warga

Badan Geologi mengeluarkan beberapa rekomendasi untuk memastikan keselamatan warga di sekitar Gunung Marapi:

  1. Radius Aman

    Masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki dilarang memasuki area dalam radius 3 km dari pusat aktivitas Kawah Verbeek di puncak Gunung Marapi.

  2. Kewaspadaan terhadap Lahar

    Warga yang tinggal di lembah atau bantaran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi harus waspada terhadap potensi bahaya lahar, terutama selama musim hujan.

  3. Perlindungan dari Abu Vulkanik

    Untuk melindungi kesehatan dari dampak abu vulkanik, masyarakat di sekitar Gunung Marapi disarankan untuk menggunakan masker pelindung dan perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit. Jika terjadi hujan abu, pastikan sarana air bersih aman dan segera bersihkan atap rumah dari abu untuk mencegah kerusakan.

  4. Keamanan Informasi

    Masyarakat diimbau untuk menjaga kondusivitas, tidak menyebarkan informasi palsu (hoaks), dan mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.

Dengan status gunung yang masih dalam kondisi Waspada, warga di sekitar Gunung Marapi diharapkan tetap waspada dan mematuhi semua instruksi dari pihak berwenang demi keselamatan bersama. (ury)

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#marapi erupsi #Marapi Meletus #Gunung Marapi di Sumatera Barat #Gunung Marapi Kembali Meletus di Sumatera Barat