RADAR KUDUS - Indonesia, sebagai negara yang terletak di jalur cincin api Pasifik, terus-menerus membayangkan ancaman gempa bumi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan bahwa Indonesia diprediksi berpotensi mengalami gempa megathrust.
Masyarakat pun dihimbau untuk tetap waspada dan siaga terhadap kemungkinan guncangan yang bisa terjadi kapan saja.
Pada Selasa, 20 Agustus 2024, BMKG secara real-time melaporkan adanya lima kali gempa bumi yang mengguncang tiga wilayah berbeda di Indonesia.
Salah satu wilayah bahkan mengalami dua kali guncangan dalam waktu yang berdekatan.
Gempa pertama terjadi di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Berdasarkan data yang diperoleh, gempa tersebut berpusat pada koordinat 4,08 derajat Lintang Selatan dan 121,93 derajat Bujur Timur. Guncangan dengan magnitudo 3,7 ini menggemparkan masyarakat Kolaka Timur pada pukul 00:29:48 WIB.
Meski tidak menimbulkan kerusakan signifikan, getaran gempa ini cukup dirasakan oleh warga sekitar.
Selanjutnya, gempa kedua terjadi di wilayah bagian barat Pulau Jawa. Tepatnya, pusat gempa berada di titik koordinat 10,08 derajat Lintang Selatan dan 108,74 derajat Bujur Timur.
Masyarakat yang berada di wilayah ini merasakan guncangan pada pukul 01:18:19 WIB dengan kekuatan getaran mencapai magnitudo 4,0.
Getaran tersebut cukup kuat, namun hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan yang terjadi.
Wilayah Papua Barat menjadi wilayah berikutnya yang mengalami guncangan gempa bumi. Pada hari yang sama, wilayah ini diguncang dua kali gempa bumi dengan interval waktu yang relatif singkat.
Gempa pertama terjadi pada pukul 08:16 WIB dengan magnitudo 3,5. Hanya berselang 27 menit, gempa kedua dengan kekuatan yang lebih besar, yakni magnitudo 4,2, kembali mengguncang wilayah tersebut.
Baca Juga: Ancaman Serius, Jakarta Dibayangi 2 Megathrust, Bisa Setara Gempa Aceh? Ini Penjelasannya
Pusat gempa berada di koordinat -3,34 derajat Lintang Selatan dan 140,24 derajat Bujur Timur. Hingga kini, belum ada laporan mengenai dampak signifikan yang ditimbulkan dari kedua gempa ini.
Terakhir, gempa juga dilaporkan mengguncang wilayah Sumbawa. Pusat gempa terletak di titik koordinat 8,29 derajat Lintang Selatan dan 116,05 derajat Bujur Timur.
Getaran gempa dengan magnitudo 3,2 ini terjadi pada pukul 12:01 WIB. Meskipun gempa ini tergolong ringan, masyarakat di Sumbawa tetap merasakan guncangan yang cukup kuat.
BMKG terus memantau aktivitas seismik di seluruh wilayah Indonesia. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, mengingat potensi terjadinya gempa megathrust yang dapat mengakibatkan guncangan lebih besar di masa mendatang.
Baca Juga: BMKG Keluarkan Potensi Gempa Besar Dipicu Dua Megathrust di Indonesia, Begini Penjelasannya!
Pemerintah daerah juga diharapkan siap siaga dalam menghadapi kemungkinan terburuk, termasuk mempersiapkan jalur pengungsian dan tempat penampungan sementara bagi warga yang terdampak.
Gempa megathrust, yang diprediksi oleh para ahli, memiliki potensi untuk memicu tsunami dan menyebabkan kerusakan luas, terutama di daerah pesisir.
Oleh karena itu, penting bagi seluruh lapisan masyarakat untuk selalu waspada dan mengikuti instruksi dari otoritas terkait guna meminimalkan risiko dan dampak bencana. (ury)
Editor : Noor Syafaatul Udhma