Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Istilah "Blok Medan" dalam Kasus Korupsi Mantan Gubernur Abdul Gani Kasuba Mencuat, Apa Itu?

Nibros Hassani • Senin, 5 Agustus 2024 | 20:56 WIB

 

Eks Gubernur Maluku Utara (Malut) Abdul Gani Kasuba (AGK). Foto: DERY RIDWANSAH/ JAWAPOS.COM
Eks Gubernur Maluku Utara (Malut) Abdul Gani Kasuba (AGK). Foto: DERY RIDWANSAH/ JAWAPOS.COM

RADAR KUDUS – Dalam persidangan yang menjerat Mantan Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba (AGK) dalam kasus korupsi baru-baru ini, muncul kesaksian tentang pengurusan izin usaha tambang untuk perusahaan yang diduga milik Bobby Nasution, Wali Kota Medan.

Dalam kesaksian itu, saksi menyebut kode “blok Medan” yang digunakan terdakwa AGK saat mengurus izin tambang. Hal ini kemudian membuat geger masyarakat, apalagi kode itu menyeret pihak Bobby dan Istrinya yang juga merupakan bagian dari keluarga Presiden Jokowi.

Baca Juga: ­­8 Tips Lolos Tes CPNS 2024, Lengkap dengan Informasi Tes dan Link Pendaftaran

Keterangan ini dilihat dari hasil sidang lanjutan perkara dugaan suap Abdul Gani Kasuba di PN Ternate pada Rabu, 31 Juli 2024.

Ketika itu, Kepala Dinas ESDM Provinsi Maluku Utara Suriyanto Andili menyampaikan kesaksian dibawah sumpah terkait IUP Nikel dihadapan para hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam keterangannya saat ditanya oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Andi Lesmana tentang apa itu Blok Medan, saksi Suryanto Andili menjelaskan kode Blok Medan itu sering disebut oleh terdakwa AGK sebagai gambaran tentang pengurusan IUP di Halmahera Utara.

Baca Juga: Teladan dan Kedisiplinan Wakapolri Komjen Pol Agus Andrianto: Profil Putra Asli Blora yang Mempertahankan Integritas dan Profesionalisme

Kemudian saat ditanya lanjut, pihak terdakwa AGK menjelaskan bahwa Blok Medan yang dimaksud adalah blok tambang milik istri Wali Kota Medan ada di Kabupaten Halmahera Timur yang bergerak di bidang pertambangan nikel.

Sebelum kasus ini, beberapa kode juga muncul dalam sidang kasus korupsi.

Seperti sebutan “Apel Malang” dan “Apel Washington” yang turut membuat publik geger pada 2012 silam.

Baca Juga: Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 2 Agustus 2024, Pertamax Green Naik Jadi Rp15.000

Sebutan Apel Malang dan Apel Washington muncul dalam kasus korupsi Nazaruddin. Kata-kata itu muncul dalam percakapan antara Mindo Rosalina Manulang dan Angelina Sondakh melalui Blackberry Messenger pada Oktober 2010.

Dalam berita acara pemeriksaan (BAP), dijelaskan istilah Apel Malang artinya uang rupiah, sedangkan Apel Washington berarti dollar AS.

Sementara itu pakar bahasa menyebut, kode, sandi atau istilah ini biasa ditemukan dalam kasus korupsi dalam rangka penyamaran dengan tujuan memuluskan tindak kejahatan.

Baca Juga: Buntut Penangkapan Teroris di Stasiun Solo, Pelanggan Minta KAI Pasang Metal Detector Demi Keamanan

Kamu bisa tetap update informasi terkini dan berita pilihan kami langsung dari WhatsApp. Ikuti saluran WA Radar Kudus (WhatsApp Channel Radar Kudus) :

https://www.whatsapp.com/channel/0029VakZMgLKGGGHjPkBUI2K

Editor : Abdul Rokhim
#agk #abdul gani kasuba #kahiyang ayu #IUP tambang #Korupsi tambang #Blok Medan #bobby nasution