RADAR KUDUS – Anwar Abbas, Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengatakan bahwa pihaknya telah menyetujui perizinan tambang yang ditawarkan pemerintah.
Hal ini memicu rasa kekecewaan di kalangan pegiat atau aktivis lingkungan, termasuk aktivis grass root (akar rumput) Muhammadiyah.
IUP ini sebelumnya kontroversial karena diberikan kepada organisasi masyarakat (ormas).
Padahal selama ini tambang beresiko terhadap lingkungan dan masyarakat wilayah sekitar tambang. Banyak kalangan menilai ormas seharusnya tidak usah terlibat dalam bisnis tambang dan berfokus pada kerja sosial lain.
Pernyataan Muhammadiyah sudah menerima izin tambang ini dilontarkan oleh Anwar Abbas dalam sebuah wawancara oleh media nasional pada Rabu 24 Juli 2024.
Dalam wawancara tersebut, Bendahara Umum PP Muhammadiyah itu menjelaskan Muhammadiyah sudah memutuskan menerima izin usaha pertambangan atau IUP.
“dalam rapat pleno PP Muhammadiyah sudah menyetujui,” jelas Anwar Abbas.
Meski menerima izin tambang ini, kata Anwar Abbas, Muhammadiyah akan berupaya menjaga lingkungan dan hubungan baik dengan masyarakat yang terdampak oleh tambang tersebut.
Baca Juga: Viral Daftar Terbaru Brand Pro-Israel yang Diboikot versi BDS, Ada AXA dan HP?
Sementara itu, kabar Muhammadiyah telah menerima IUP direspon oleh netizen dan aktivis lingkungan. Termasuk warga dan aktivis grassroot Muhammadiyah.
Melansir dari akun Kader Hijau Muhammadiyah, persetujuan ini dinilai sangat miris apalagi melihat kader-kader Muhammadiyah di lapangan turut aktif bergerak menolak kerusakan lingkungan.
“Miris, apalagi kalau ingat kawan Muhammadiyah di akar rumput yang paling keras menolak rencana tambang emas PT.SMN di Trenggalek yang bakal menghancurkan hutan lindung. Baik elit NU maupun Muhammadiyah, keduanya udah mengkhianati umatnya sendiri,” tulis akun @mythic******** yang direpost akun Kader Hijau Muhammadiyah.
Ungkapan kecewa juga disampaikan Dandhy Laksono, pegiat lingkungan dan produser beberapa film dokumenter yang bertemakan lingkungan.
“Kasihan warga di bawah yang jadi korban dan berjuang mendampingi kasus demi kasus. Dikencingi para elitnya dari atas,” tulis Dandhy dalam akun x-nya.
Editor : Ali Mustofa