RADAR KUDUS – Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta Fathul Wahid tiba-tiba viral gara-gara enggan dipanggil Profesor. Bahkan Fathul Wahid juga tidak mau gelarnya ditulis dalam dokumen kampus. Usut punya usut, lulusan University of Adger, Kristiansand, Norwegia ini pernah sekolah di Kabupaten Jepara dan Kabupaten Kudus, lho.
Fathul meminta agar tidak dipanggil prof melaui media sosial meski sudah menyandang setatus guru besar. Permintaan ini juga muncul dalam surat edaran UII.
Dalam surat edaran Nomor 2748/Rek/10/SP/VII/2024 itu berisi instruksi agar dalam urusan korespondensi surat dan kampus dokumen selain ijazah dan transkrip nilai gelar lengkapnya tidak usah ditulis dan berganti dengan Fathul Wahid. Tanpa gelar.
Baca Juga: Persiapan Jelang Liga 2 Nasional, Dua Legiun Asing Ramaikan Seleksi Persiku Kudus, Siapa Mereka?
Baca Juga: Misteri Benteng Portugis Jepara : Dari Bayi Menangis hingga Sosok Perempuan Terbang
Diketahui, Fathul Wahid memulai pendidikan dasarnya di SD Negeri Teluk Wetan III, Welahan, Jepara, dan lulus pada tahun 1986. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, dia melanjutkan ke jenjang menengah pertama di Madrasah Tsanawiyah Negeri Kudus dan lulus pada tahun 1989. Pendidikan menengah atasnya ditempuh di SMA Muhammadiyah I Jogjakarta yang selesai pada 1992.
Kemudian Fathul Wahid melanjutkan pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia memilih Jurusan Teknik Informatika dan berhasil meraih gelar Sarjana pada 1997. Pengalaman akademiknya di ITB memberikan dasar yang kuat dalam bidang teknologi dan informatika.
Fathul Wahid akhirnya melanjutkan studi di University of Agder, Kristiansand, Norwegia. Dia kemudian meraih gelar Magister di Department of Information Systems pada 2003. Tidak berhenti di situ, ia melanjutkan studi doktoralnya di universitas yang sama dan meraih gelar Doktor di Department of Information Systems pada 2013.
Baca Juga: Persijap Jepara Lirik Pelatih Eks Sriwijaya FC Untuk Arungi Liga 2, Ini Sosoknya
Baca Juga: Alun-alun Blora Dibongkar, Bagaimana dengan Nasib PKL?
Karir Sang Rektor
Berdasarkan dari dokumen resmi milik Universitas Islam Indonesia, Fathul Wahid merupakan akademisi yang memiliki perjalanan karier panjang, dan beragam. Sebelum menjabat sebagai Rektor UII pada 2018, dia telah memegang berbagai posisi penting yang menunjukkan kontribusinya terhadap pengembangan akademik dan teknologi di universitas tersebut.
Kariernya dimulai sebagai Sekretaris Pusat Studi Kebijakan dan Pengembangan Teknologi di Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII pada 1998-1999. Setahun kemudian,d ia diangkat sebagai Kepala Pusat Studi Kebijakan dan Pengembangan Teknologi di FTI UII. Posisi tersebut dipegangnya hingga 2000.
Pada 2004-2005, Fathul Wahid menjabat sebagai Kepala Laboratorium Sistem Informasi dan Rekayasa Perangkat Lunak di Jurusan Teknik Informatika UII. Kemudian, ia menjadi Sekretaris Jurusan Teknik Informatika pada tahun 2005-2006.
Baca Juga: Alhamdulillah, Warga Kudus Akhirnya Terima BLT, Segini Nominalnya
Kemudian, Fathul Wahid menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknologi Industri pada 2006-2010. Setelah masa jabatan sebagai dekan, ia kemudian menjabat sebagai Kepala Badan Pengembangan Akademik UII dari tahun 2014 hingga April 2016, fokus pada peningkatan kualitas akademik dan pengembangan kurikulum.
Sejak Mei 2016 hingga diangkat sebagai Rektor pada 2018, Fathul Wahid memegang posisi sebagai Kepala Badan Sistem Informasi UII. Dalam peran ini, beliau bertanggung jawab atas pengelolaan sistem informasi universitas, memperkuat infrastruktur teknologi informasi untuk mendukung kegiatan akademik dan administratif di UII.
Editor : Noor Syafaatul Udhma