RADAR KUDUS – Sandy Kristian Waluyo, salah satu peserta Clash of Champions (CoC) Ruangguru membagikan kisahnya saat berkuliah di Singapura.
Sebagai informasi, Sandy berkuliah di salah satu kampus terbaik di Singapura—National University of Singapore (NUS).
Meski kuliah di luar negeri dengan beasiswa, Sandy menunjukkan pencapaian akademiknya yang cukup membanggakan. Ia bahkan mendapat IPK (GPA) sempurna: 5.0.
Pada Rabu (17/7) Sandy membagikan sebagian kecil perjuangannya mengenyam pendidikan di negara tetangga tersebut melalui saluran WhatsApp-nya SandyReiForever Bubble.
“Temasek itu asramaku di NUS,” jelas Sandy menjawab pernyataan pengikutnya dalam tagar #sandy di Twitter (X).
Sandy lalu menunjukkan salah satu bagian kamarnya. Terlihat ada dua koper dalam kamar tersebut, Kasur yang belum ditata, dan meja kosong. Jendela kamar tersebut juga tampak tertutup tirai.
Ia menjelaskan, selama di asrama ia tidak mendapat AC kamar. Kamar mandinya juga tidak privat dan harus berbagi.
“Ga ada AC dan kamar mandi sharing. Imagine living in Singapore without AC (bayangin hidup di Singapura tanpa AC--red),” jelasnya.
Ia mengaku sering bangun tidur berkeringat karena suhu kamar terlalu panas.
“Bangun tidur keringetan” jelas fanboy kpop itu.
Ia juga merasa cukup lelah pada awal-awal periode tinggal di asrama karena panas dan lembab.
Namun ia harus bertahan karena biaya hidup diluar NUS (kampusnya) bisa jauh lebih mahal.
Ia harus menghemat uang hidup dari beasiswanya.
“Sewa per bulan kalau dirupiahin jadi Rp 5-6 juta, tempat tinggal diluar NUS bisa sampe Rp 15 juta, sayang uang. Agak hoki-hokian kalau masalah asrama,” kata Sandy.
Editor : Abdul Rokhim