Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Usai Tarik Dana Triliunan dari BSI, Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tandatangan Kerjasama dengan Bank Lain, Ada Apa?

Nibros Hassani • Rabu, 3 Juli 2024 | 21:50 WIB
KERJASAMA: Haedar Nashir Ketum PP Muhammadiyah (batik kuning kiri) menandatangani kerjasama dengan PT Bank BCA Syariah. Foto: muhammadiyah.or.id
KERJASAMA: Haedar Nashir Ketum PP Muhammadiyah (batik kuning kiri) menandatangani kerjasama dengan PT Bank BCA Syariah. Foto: muhammadiyah.or.id

JOGJAKARTA — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah baru saja melakukan perjanjian nota kesepahaman dengan PT Bank BCA Syariah pada Selasa (2/7) di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta.

PP Muhammadiyah berharap MoU itu dapat berdampak pada peningkatan taraf hidup rakyat banyak.

Baca Juga: Civitas Universitas Muhammadiyah Kudus Lakukan Aksi Damai Bela Palestina dan Kutuk Israel

Baca Juga: 400 Siswa SMK Muhammadiyah Rembang Gelar Doa dan Apel Bersama Bela Palestina, Ini Tujuannya

Sebelumnya, sempat viral Muhammadiyah mengumumkan akan menarik dana besar-besaran dari Bank Syariah Indonesia (BSI).

Keputusan tersebut diduga diambil setelah Muhammadiyah kecewa dengan BSI yang tidak mempertimbangkan perwakilan mereka masuk menjadi bagian dari manajemen.

Baca Juga: SMK Muhammadiyah Jekulo Buka Program Jurusan Baru Yaitu Jurusan Body Repair dan Perakitan Sepeda Motor Listrik

Baca Juga: Mengenal Sosok Abdul Mu'ti, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah yang Kembali Terpilih

Dilansir dari muhammadiyah.or.id, hadir dalam kesepakatan kerjasama ini Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PP Muhammadiyah Agung Danarto, Syamsul Anwar, serta Sekretaris Muhammad Sayuti, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Bambang Setiaji dan Sekretaris Ahmad Muttaqin.

Hadir pula Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Gunawan Budianto, Rektor Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta Warsiti, dan Wakil Rektor II Universitas Ahmad Dahlan Utik Bidayati.

Dalam sambutannya, Haedar berharap dari MoU ini berdampak pada peningkatan taraf hidup rakyat banyak.

Baca Juga: Rampung Musyda, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PMD) Rembang Siap Launching SMA Trensains

Baca Juga: Renaldi Freyar Hawadi Bersilaturahmi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Wonosobo, Ini Tujuannya

Ia menilai, peningkatan taraf hidup rakyat saat ini sering terjadi.

Oleh karena itu, dia berpesan agar perbankan lebih-lebih milik negara untuk mengingat poin tersebut.

“Hakikat dan keberadaan perbankan harus benar-benar direkayasa, sehingga dalam penyebarannya dapat meningkatkan taraf hidup rakyat banyak, bukan untuk menyegel orang banyak,” imbuhnya.

Baca Juga: Program Tahfidz di Pondok Pesantren Muhammadiyah Kudus : Jadi Program Unggulan Didukung Guru yang Kompeten

Baca Juga: Tawuran Pelajar Terjadi di Depan SMK Muhammadiyah Rembang : Saling Lempar Batu hingga Guru Turun Tangan

Merujuk pada pernyataan Bung Hatta, Haedar menyampaikan tentang Ekonomi Terpimpin yang mengarahkan negara supaya hadir melalui kebijakan sehingga ekonomi dapat berdampak luas-luasnya bagi rakyat banyak.

Sementara itu, dalam wawancara bersama media, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nasir menjelaskan pihaknya telah melakukan kerja sama dengan berbagai perbankan. Dia tak ingin pekerjaan sama ini dikaitkan dengan penarikan dana dari BSI.

Baca Juga: Menjadi Sekolah Berbasis Double Track, SMA Muhammadiyah Kudus Membuka 2 Jenis Kelas, Yaitu Kelas Umum dan Kelas Vokasi

Baca Juga: Keren! SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus menerapkan Program Unggulan untuk Cetak Generasi Society 5.0

Guru Besar Bidang Ilmu Sosiologi menjelaskan, dalam sebuah sistem atau tatanan birokrasi, Muhammadiyah mendorong perbankan untuk menerapkan sistem pemerintahan yang baik dan meritokrasi dalam pelaksanaan birokrasi tersebut.

“Muhammadiyah paling menyukai sistem pemerintahan yang baik dan profesional. Angkat orang sesuai dengan ahlinya, kalau urusan yang diserahkan bukan kepada ahlinya akan menyebabkan kehancuran,” ujarnya.

Baca Juga: Muhammadiyah Belum Mau Berdamai: Tak Ada Restorative Justice untuk AP Hasanuddin

Baca Juga: Lebaran Lebih Dulu, Ini Pesan Pimpinan Daerah Kepada Warga Muhammadiyah Jepara

Haedar berharap posisi-posisi publik penting diisi oleh sosok yang berintegritas — amanah dan terpercaya, sehingga dalam mengemban jabatan itu tidak dipilih.

Di sisi lain, Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum menyampaikan, pihaknya telah lama ingin melakukan MoU dengan PP Muhammadiyah.

Hal itu diinginkan karena besarnya jaringan Muhammadiyah, baik di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi di seluruh Indonesia.

“Kami juga mendapat penghargaan dari OJK, Bank Syariah terbaik untuk pembukaan rekening pelajar,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya menjelaskan BCA Syariah juga memiliki kepedulian terhadap peningkatan kesejahteraan, fokusnya pada peningkatan perekonomian masyarakat terutama perempuan-perempuan pelaku UMKM, yang pada tahun 2023-2024 mencapai 1.949 peserta.

Baca Juga: 400 Siswa SMK Muhammadiyah Rembang Gelar Doa dan Apel Bersama Bela Palestina, Ini Tujuannya

Baca Juga: Berlangsung Meriah, Ribuan Peserta Ikuti Jalan Sehat Peringati Milad Muhammadiyah ke-111 di Kudus

Nota Kesepahaman antara PP Muhammadiyah dengan PT. BCA Syariah ini tentang penyediaan produk dan layanan perbankan BCA Syariah. Hadir pula perwakilan dari BCA yaitu Antonius Widodo Mulyono Direktur BCA Konvensional, Pranata – Direktur, Nadia Amalia – Corporate Secretary.

 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#BCA Syariah #Muhammadiyah #muhammadiyah kerjasama bca #pp muhammadiyah #haedar nashir #kerjasama Mou #tarik dana #BSI