INDRAMAYU - Sejumlah pemudik yang melewati Jembatan Sewo Indramayu di Jalur Pantura membagikan aksi warga yang berdiri membawa sapu lidi di sepanjang jalan.
Rupanya aksi warga membawa sapu lidi di sepanjang jalan merupakan tradisi mengais koin.
Mereka akan menyapu koin yang dilemparkan pengendara ke jalanan.
Hal ini berkaitan dengan mitos Jembatan Sewo.
Konon katanya, jika seorang pengunjung melempar koin ke sungai dari jembatan ini dan koin tersebut berhasil disapu oleh arus air, maka keinginan atau doanya akan dikabulkan.
Fenomena ini telah nyatanya makin marak terjadi.
Terlebih saat puncak mudik lebaran seperti saat ini, dengan banyaknya pengendara yang melewati jalur tersebut.
Penyapu Koin telah menjadi simbol harapan dan kepercayaan akan adanya hal-hal yang luar biasa di balik alam semesta yang kita tinggali.
Namun, di balik mitos dan tradisi yang ada, aksi para warga yang berdiri di sepanjang jalan Jembatan Sewo Indramayu ini nyatanya banyak dikeluhkan pengendara.
Bukan untuk membersihkan jalan, mereka menyapu uang yang dilempar para pelintas dari tengah ke pinggir jalan, sebagai bagian tradisi.
Sayangnya, pengendara menempuh perjalanan di jalur Pantura Jawa dan melihat jembatan di perbatasan Subang-Indramayu Jawa Barat yang merasa terganggu.
Hal itu lantaran warga berdiri di tengah jalan dan membuat arus lalulintas terhambat.
Baca Juga: Mitos Jembatan Sewo Indramayu, Warga Ramai-ramai Jadi Penyapu Koin di Sepanjang Jalan
Sejumlah pemudik lantas mengungkapkan kekesalannya di media sosial tentang tradisi penyapu koin di Indramayu ini.
"Gara-gara orang ini banyak orang Indramayu yang malu," kata lainnya.
"Jujur di daerah kampungku juga masih ada sih, tapi kalau udah sebanyak ini jatohnya udah ganggu," kata lainnya.
Ada juga netizen yang mengaitkan dengan opininya bahwa memang ada budaya malas yang melekat di wilayah tersebut.
Hingga akhirnya masyarakat memilih untuk mengemis.
"Indramayu penyumbang terbanyak TKW di Jawa Barat, alasannya karena apa?. Yak, suaminya malas cari kerja. Endingnya, angka perceraian tinggi, nampak mental malas dan mengemis sudah melekat," kata lainnya menjelaskan.
Terlepas dari pro dan kontra di media sosial, pemandangan ini seakan sudah menjadi budaya di wilayah tersebut.
Bahkan pihak berwenang sudah pernah menertibkan dengan menyita sapu lidi yang dibawa warga.
Namun, tradisi menyapu koin itu tetap berlangsung.
Editor : Dzikrina Abdillah