GRESIK - Dampak gempa bumi yang mengguncang perairan Tuban, Jawa Timur pada Jumat 22/3) masih menjadi perbincangan.
Tercatat puluhan gempa susulan terjadi di titik yang sama.
Gempa paling besar yang dirasakan terjadi tiga kali dengan kekuatan magnitudo 6,0 kemudian 5,4 dan 6,5 yang terjadi pukul 15.52 WIB.
Gempa datang dari kedalaman 10 kilometer pada lokasi 130 timur laut Tuban atau pada koordinat 5,76 LS, 112,33 BT.
Salah satu wilayah yang paling parah terdampak gempa tersebut adalah pulau Bawean masuk wilayah Kabupaten Gresik, Jatim.
Bahkan gempa susulan mengakibatkan ambruknya Masjid Al Muhajirin di Desa Gunungteguh, Kecamatan Sangkapura, Bawean.
Tak hanya menimbulkan kerusakan, dampak gempa Tuban di Pulau Bawean juga menimbulkan fenomena alam.
Yakni munculnya air panas dari dalam tanah.
Fenomena semburan air panas di salah satu halaman sekolah, di Bawean.
Fenomena munculnya semburan air panas dari dalam tanah itu pun beredar di media sosial.
Dalam video yang beredar terlihat halaman sekolah SMP-SMA Islamiyah Bawean muncul air dari tanah maupun sela-sela paving.
Bahkan hingga menyebabkan area halaman tempat upacara sekolah tersebut digenangi air yang cukup banyak.
Baca Juga: Terjadi 20 Kali Gempa Susulan di Tuban, Ini Data Lengkap Korban dan Kerusakan yang Ditimbulkan
Dalam keterangan akun tersebut, munculnya semburan air panas itu terjadi setelah gempa bumi susulan ketiga.
"Beredar video, muncul semburan air panas dari tanah di daerah Bawean Gresik setelah gempa kemarin," tulis keterangan akun tersebut.
Sontak unggahan itu pun menuai beragam respons dari warganet.
Banyak warganet yang menebak-nebak fenomena munculnya air panas dari tanah tersebut.
"Efek air tanah dipanaskan baik oleh magma dangkal (batuan cair) atau melalui sirkulasi melalui patahan ke batuan panas jauh di dalam kerak bumi," @fito*****.
"Pulau Bawean memang kebanyakan dikelilingi oleh pegunungan. Namun bukan gunung yang tipe punya kawah gitu. Mirip2 kayak di batu laahh. Beberp sumber mata airnya juga digunakan sama penduduk setempat disana," @tiar***.
"Akan muncul gunung berapi sepertinya," @adi****.
Meski begitu belum diketahui secara pasti kebenaran dari munculnya air panas dari tanah di sekitaran halaman sekolah di Pulau Bawean tersebut.
Kejadian gempa di Tuban dijelaskan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono.
Ia menjelaskan, pada Jumat (22/3) pada pukul 15.52 wilayah Laut Jawa diguncang gempa tektonik.
Gempa bumi itu memiliki parameter update dengan magnitudo M 6,5.
Episenter gempa bumi berlokasi di laut pada jarak 114 kilometer (km) arah Timur Laut Tuban Jawa Timur pada kedalaman 12 km.
Baca Juga: Terjadi 20 Kali Gempa Susulan di Tuban, Ini Data Lengkap Korban dan Kerusakan yang Ditimbulkan
"Ini jenisnya gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif di Laut Jawa," katanya.
Gempa bumi yang terjadi kemarin berdampak dan dirasakan di Pulau Bawean.
Getaran di sana dirasakan oleh hampir semua penduduk, bahkan sampai menyebabkan kerusakan.
Editor : Dzikrina Abdillah