Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Hujan Badai Tak Kunjung Reda, BRIN Himbau Warga di Semarang Untuk Waspada!

Dzikrina Abdillah • Kamis, 14 Maret 2024 | 06:33 WIB
Unggahan Twitter Peneliti BRIN Dr Erma Yulihastin tentang hujan badai di Semarang.
Unggahan Twitter Peneliti BRIN Dr Erma Yulihastin tentang hujan badai di Semarang.

SEMARANG - Peneliti BRIN Dr Erma Yulihastin melalui akun X pribadinya menghimbau masyarakat Kota Semarang untuk waspada.

Bahkan saat ini tagar Semarang menjadi trending topik di Twitter.

Beberapa netizen turut mengunggah beberapa kondisi terkini di Kota Semarang.

Tampak dalam video yang beredar aliran air yang deras menggenangi jalanan di Semarang.

Pasalnya hujan disertai badai yang melanda Kota Semarang Rabu (13/3) tak kunjung reda.

Hujan badai di Semarang terjadi sejak pagi hingga malam hari.

Hal itu terjadi selama lebih dari 12 jam.

"Saya cek sudah lebih dari 12 jam konsentrasi hujan badainya memang ada di Semarang. Efek squall line besar yg memanjang dari laut menuju pesisir." tulis Dr Erma.

Dilansir dari Radar Semarang, pada Rabu (13/3) malam pukul 19.56 Dr Erma kembali mengupdate kondisi badai di Semarang.

Dalam postingannya di akun Twitternya Dr Erma menghimbau adanya kemungkinan banjir bandang.

Dr Erma juga turut menandai akun Twitter BPBD Kabupaten Semarang.

"Update: terpantau squall line di Semarang yg semakin memanjang. Waspada banjir bandang, ya. Yang di sekitar DAS agar siaga evakuasi mandiri. @bpbdjateng @BpbdSemarangkab," tulisnya.

Terakhir, Dr Erma Yulihastin meminta warga Semarang dan sekitarnya untuk waspada akan ancaman banjir malam ini.

"Agar tetap waspada siaga malam ini utk warga Semarang karena hujan deras terpantau masih awet di kota Semarang. Keep save Semarang!," pungkasnya. 

Editor : Dzikrina Abdillah
#hujan #semarang #banjir #BRIN #badai