RADAR KUDUS - Berikut ini profil Hadi Tjahjanto yang disebut-sebut akan dilantik menjadi Menko Polhukam menggantikan Mahfud MD.
Belakangan nama Hadi Tjahjanto santer disebut sebagai pengganti Mahfud MD menjadi Menko Polhukam.
Bahkan kabarnya presiden Jokowi akan melantik Hadi Tjahjanto besok, Rabu (21/2).
Kabar itu awalnya diungkapkan Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni.
Ia menyebut Hadi akan dilantik besok.
"Saya dengarnya begitu, besok dilantik," katanya, Selasa (20/2).
“Kalau bener sih, presiden nggak salah pilih,” kata Sahroni lagi.
Seperti yang telah diketahui, Menko Polhukam sebelumnya yaitu Mahfud MD telah mengundurkan diri dari jabatannya usai menjadi cawapres.
Lantas siapakah sosok Hadi Tjahjanto? Berikut ini profil Hadi Tjahjanto.
Hadi Tjahjanto adalah seorang tokoh militer Indonesia.
Ia lahir pada 10 November 1963 di Madiun, Jawa Timur.
Hadi Tjahjanto memulai kariernya di dunia militer dengan mengikuti pendidikan di Akademi Angkatan Udara pada tahun 1985.
Sejak saat itu, perjalanan militernya terus menanjak, dan ia mengukir prestasi dalam berbagai jabatan di lingkungan militer.
Pada tahun 2017, Hadi Tjahjanto dilantik sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU).
Di mana ia berhasil membawa berbagai inovasi dan pembaruan di bidang penerbangan militer.
Pemilihan Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI pada tahun 2018 menunjukkan pengakuan terhadap keberhasilannya selama menjabat KSAU.
Ia mengemban tanggung jawabnya dengan fokus pada modernisasi dan peningkatan kapabilitas militer.
Selain itu, Hadi Tjahjanto juga aktif dalam menjaga stabilitas dan keamanan di dalam negeri.
Adapun jabatan Hadi Tjahjanto saat ini adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Berikut profil singkat Hadi Tjahjanto.
Jika dilantik sesuai rencana, posisi Menteri Agraria dan Tata Ruang yang dijabat Hadi akan kosong.
Bersamaan dengan itu, Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono siap memenuhi tugas jika mendapat panggilan Presiden Jokowi untuk menjadi menteri.
Editor : Dzikrina Abdillah