Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

SOSOK Dokter Terawan, Wajah Baru di Barisan Prabowo-Gibran Saat Debat Capres Terakhir, Pernah Terlibat Kontroversi 'Cuci Otak'

Dzikrina Abdillah • Senin, 5 Februari 2024 | 16:09 WIB
SOSOK: Dokter Terawan yang duduk di barisan pendukung Prabowo-Gibran saat debat capres, Minggu (4/2).
SOSOK: Dokter Terawan yang duduk di barisan pendukung Prabowo-Gibran saat debat capres, Minggu (4/2).

RADAR KUDUS - Debat terakhir Calon Presiden (Capres) Minggu (4/1) semalam menjadi sorotan termasuk kehadiran sosok Dokter Terawan.

Pasalnya, dalam debat diadakan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat itu Dokter Terawan berada di barisan pendukung Prabowo-Gibran.

Diketahui, beberapa wajah baru itu tak masuk ke dalam struktur Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran termasuk Dokter Terawan.

Dokter Terawan saat itu duduk didampingi eks Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Dudung Abdurrachman.

Hadir pula Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi yang juga merupakan Ketua Umum Projo (Relawan Pro Jokowi).

Semuanya kompak mengenakan baju berwarna biru langit, warna kebesaran Prabowo-Gibran.

Lantas siapakah sosok Dokter Terawan? Dan bagaimana kedekatannya dengan Prabowo Subianto? Berikut ini informasi lengkapnya.

Dokter Terawan Agus Putranto adalah seorang tokoh medis yang telah memegang peran penting dalam dunia kesehatan Indonesia.

Lahir pada 22 Juli 1964, Dokter Terawan memiliki latar belakang pendidikan yang kuat di bidang kedokteran.

Ia lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 1989.

Karir Dokter Terawan mencapai puncaknya ketika beliau ditunjuk sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan pada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada tahun 2018.

Baca Juga: Detik-detik Karyawati asal Sumberjo Gelapkan Uang di Toko Mondoteko Rembang, Kerugian Capai Rp 27 Juta

Salah satu capaian mencolok Dokter Terawan adalah saat terlibat dalam penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia.

Sosok Dokter Terawan memang sempat menjadi kontroversial di awal-awal Covid-19 melanda Indonesia.  

Sebagai seorang pemimpin di bidang kesehatan, beliau menghadapi berbagai tantangan dan kritik terkait kebijakan penanganan pandemi.

Meskipun kontroversial, Dokter Terawan berupaya memberikan yang terbaik untuk kesehatan masyarakat.

Sosoknya menjadi kontroversial lantaran sejumlah keputusan dan pendekatan yang diambil selama pandemi.

Hal lain yang menjadi kontroversial adalah saat Dokter Terawan diberhentikan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada tahun 2018.

Hal itu diungkapkan Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prijo Sidipratomo.

Ia mengatakan pemberhentian sementara dilakukan karena Terawan dianggap melakukan pelanggaran kode etik kedokteran.

"Pelanggaran kode etik itu yang pasti kami tidak boleh mengiklankan, tidak boleh memuji diri, itu bagian yang ada di peraturan etik. Juga tidak boleh bertentangan dengan sumpah doker," ujar Prijo dalam wawancaranya di salah satu stasiun televisi, Selasa (3/4/2018).

Dalam surat IDI yang beredar, pemecatan sementara terhadap Terawan sebagai anggota IDI berlaku selama 12 bulan, yaitu 26 Februari 2018-25 Februari 2019.

Kontroversi metode "cuci otak" 

Dokter Terawan juga sempat membuat geger publik dengan mencetuskan metode "cuci otak" untuk mengatasi penyakit stroke.

Ia memperkenalkan terapi "cuci otak" dengan Digital Substracion Angiography (DSA) yang diklaim bisa menghilangkan penyumbatan di otak yang menjadi penyebab stroke.

Namun, metode "cuci otak" yang dikenalkan Terawan menuai pro kontra.

Terapi "cuci otak" dinilai belum melalui uji klinik dan belum terbukti secara ilmiah dapat mencegah atau mengobati stroke.

Hal itu juga yang membuatnya diberhentikan sementara dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Kedekatan dengan Prabowo Subianto

 Prabowo Subianto sempat bercerita bahwa pernah menjadi pasien Dokter Terawan. 

Prabowo mengaku sudah tiga kali diterapi oleh dokter Terawan untuk menyembuhkan penyakit vertigo yang dideritanya.

"Saya ini sudah tiga kali diterapi oleh Terawan. Saya tiga kali, mau yang keempat kali. Saya dulu, biasalah, orang sudah 60-an tahun," ujar Prabowo saat ditemui di sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Gerindra di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (5/4/2018).

"Saya dulu vertigo, setelah itu periksa ke beliau, disarankan, bersihkan. Alhamdulillah, sekarang saya bisa 3 jam pidato," ucapnya.

Prabowo juga sempat menyatakan keprihatinannya terhadap pemecatan Dokter Terawan dari anggota IDI.

"Saya merasa prihatin, saya kaget. Tanpa mencampuri urusan IDI, saya kira dokter Terawan adalah putra bangsa yang luar biasa. Dan beliau sudah membantu dan menyelamatkan banyak orang di kalangan tentara yang saya tahu," kata Prabowo.

"Harusnya kita bangga, banyak orang di luar negeri ke sini kita punya sesuatu terobosan di bidang kedokteran di bidang teknologi, dirintis oleh seorang putra bangsa, harusnya kita bangga," imbuhnya.

Editor : Dzikrina Abdillah
#prabowo #gibran #dokter terawan #sosok