MOJOKERTO - Kejadian tragis menimpa sepasang suami istri (Pasutri) di Mojokerto yang tewas tersengat listrik saat menerjang banjir.
Kejadian itu terjadi Jalan Lingkungan Mentikan Gang 1, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Jumat (22/12).
Kala itu di lokasi kejadian terjadi banjir setinggi betis orang dewasa akibat curah hujan yang tinggi.
Kedua korban diketahui merupakan suami istri bernama Achmad Sahid (58) dan Suprapti (58).
Keduanya hendak melintas berboncengan naik Honda Scoopy bernopol S 6541 SI.
Sekitar pukul 17.00 WIB, salah satu saksi yang mengaku berpaspasan dengan pasutri itu.
"Saya dari utara, kalau korban dari selatan papasan dengan saya," katanya, Jumat (22/12).
Tiba-tiba ia melihat pasutri itu jatuh dari motornya diduga karena tersengat listrik.
Aliran listrik diduga dari tiang lampu penerangan jalan umum (PJU) di samping kursi bambu yang sengaja dipasang warga untuk menghalangi jalan yang tergenang banjir.
"Korban sepertinya lewat situ sambil pegangan tiang lampu sehingga tersengat listrik. Ketika saya lewat tadi tidak kenapa-kenapa karena tidak pegangan tiang lampu itu," ujarnya.
Saksi itu juga merasakan setrum di air yang menggenangi jalan saat hendak menolong korban.
"Awalnya masih gerak, ditarik saudara saya, airnya ternyata masih menghantarkan listrik. Sehingga tidak bisa mendekat. Sekarang kondisi korban sudah meninggal," jelasnya.
Akibat kejadian itu, warga sekitar segera melaporkan peristiwa tragis itu ke polisi, PLN, dan PMI Kota Mojokerto.
Tampak garis polisi juga dipasang untuk menghalau warga agar tidak mendekat ke lokasi pasutri itu tersengat listrik.
Kedua korban tak bisa segera dievakuasi karena pengecekan aliran listrik yang menewaskan korban oleh petugas PLN yang datang ke lokasi ternyata membutuhkan waktu.
Kapolsek Prajurit Kulon Kompol Maryoko mengatakan Sahid dan istrinya diduga tewas karena kesetrum. Kedua jenazah telah dievakuasi ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.
"Betul, dugaan awal dari pemeriksaan medis dan keterangan saksi di TKP, korban diduga tersengat aliran listrik," terangnya kepada wartawan.
Editor : Dzikrina Abdillah