GRESIK - Dua anak-anak terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Imbas kerusuhan Laga Gresik United vs Deltras FC dalam Liga 2 di Stadion Gelora Joko Samudro Gresik, Minggu (19/11).
Kedua anak tersebut kini mendapatkan perawatan di rumah sakit lantaran terkena tembakan gas air mata saat kerusuhan usai laga Gresik United melawan Deltras Sidoarjo.
Setelah laga berakhir, kericuhan terjadi di luar lapangan.
Ultras, sebutan suporter Gresik United hendak menemui manajemen tim untuk menyampaikan aspirasi.
Namun, tak lama kemudian bentrokan terjadi antara Ultrasdan pihak kepolisian.
Dalam kerusuhan tersebut ada lemparan ke arah aparat, bentrokan tidak terelakkan.
Gas air mata pun mulai ditembakan di area luar lapangan.
Bahkan tampak tembakan gas air mata sampai jatuh ke Jalan Veteran atau jalan raya di depan Stadion Gejos.
Dilansir dari Jawa Pos, sejumlah suporter dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Rincian korban kerusuhan tersebut yang dirawat di RSUD Ibnu Sina yakni 3 orang, RS Semen Gresik 7 orang, Puskesmas Gending 4 orang, Puskesmas Alun-alun 2 orang, dan Puskesmas Cerme 1 orang.
“Di RSUD Ibnu Sina langsung diberikan penanganan, ada dua anak-anak dan satu dewasa,” ucap Direktur Utama RSUD Ibnu Sina dr Soni.
Di Puskesmas Gending merupakan faskes terdekat dari Gejos. Di sana ada empat suporter mengalami sesak nafas.
Tapi setelah dilakukan penanganan kondisinya sudah membaik.
Puskesmas Alun-alun terdapat dua suporter yang dirawat. Satu mengalami sesak nafas, satu pasien pinsan.
“Sampai sekarang masih dalam penanganan,” kata Lubab, petugas IGD Puskesmas Alun-alun.
Editor : Dzikrina Abdillah