RADAR KUDUS - Danone Indonesia mengklaim telah menyalurkan donasi kemanusiaan sebesar Rp 1 miliar untuk Palestina usai dituding Pro Israel.
Bantuan tersebut disalurkan melalui Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
Bantuan untuk Palestina diserahkan langsung oleh VP General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto kepada Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Ahmad Imam Mujadid Rais, Selasa (7/11).
Vera mengatakan bantuan itu merupakan bentuk kepedulian Danone Indonesia kepada Palestina
Hal itu sekaligus menepis tudingan warganet soal Danone pro Israel hingga mencuat tagar #TolakDanoneAqua
"Danone dijiwai talenta Indonesia, hati nuraninya Indonesia. Ini aspirasi karyawan kami untuk bisa menjadi bagian dari kepedulian terhadap Palestina sehingga kami bisa kontribusi sebesar 1 miliar," kata Vera dalam keterangan resmi.
Lewat Lazismu, Danone Indonesia meyakini bantuan akan sampai kepada penerima manfaat di Palestina. "Kami percaya Lazismu yang punya akses dan jaringan. Semoga bisa sampai ke penerima manfaat," ujarnya.
Sebelumnya, Tagar #TolakDanoneAqua menjadi trending topik di Twitter lantaran dituding mendukung Israel.
Terlihat ada Danone dalam daftar yang disebut brand pro Israel bersama McDonalds, KFC, hingga Starbucks.
Menganggapi hal itu Corporate Communication Director Danone Indonesia Arif Mujahidin buka suara.
Ia mengatakan Danone adalah perusahaan publik yang beroperasi di 120 negara.
Oleh karena itu Danone memiliki banyak karyawan dari beragam latar belakang etnis dan budaya.
"Sebagai entitas swasta, Danone tidak memiliki afiliasi dengan politik di mana pun," kata Arief dalam pernyataan resmi, Minggu (12/11).
Arief mengatakan Danone hanya memiliki misi untuk meningkatkan kesehatan melalui produk makanan dan minuman mereka.
Di luar itu, entitas disebut tidak memiliki keterkaitan atau melibatkan diri dalam pandangan politik.
"Sebaliknya, Danone berkomitmen untuk menjadikan bisnis sebagai kekuatan untuk mengalirkan kebaikan kepada masyarakat," tuturnya.
Selain itu, Danone ditegaskan tidak memiliki pabrik dan tidak beroperasi di Israel. B
erbeda dengan di Indonesia, di mana Danone memiliki 25 pabrik dengan 13.000 karyawan dan diklaim melayani lebih dari 1 juta pedagang di seluruh negeri.
"Danone terus berkomitmen untuk mengembangkan investasinya di Indonesia demi turut membantu ekonomi, sosial dan kesehatan bangsa Indonesia," tuturnya.
Editor : Dzikrina Abdillah