JEPARA - Tokoh dari Jepara, Ratu Kalinyamat bakal dikukuhkan menjadi pahlawan nasional dalam waktu dekat.
Nantinya, pengukuhan gelar tersebut akan digelar pada Jumat (10/11) yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.
Selain Ratu Kalinyamat, sejumlah tokoh juga diketahui akan dikukuhkan sebagai pahlawan nasional.
Yakni, Ida Dewa Agung Jambe dari Bali, Bataha Santiago dari Sulawesi Utara, M. Tabrani dari Jawa Timur.
Kemudian KH. Abdul Chalim dari Jawa Barat, dan K.H, Ahmad Hanafiah dari Lampung.
Untuk diketahui, Ratu Kalinyamat merupakan putri dari Sultan Trenggono yang juga penguasa ketiga Kerajaan Demak setelah Pangeran Sabrang Lor dan Raden Patah.
Baca Juga: Jadi Dilema, Banyak Pelajar di Jepara Tolak Perekaman Identitas Kependudukan di Sekolah, Ada Alasannya?
Ratu Kalinyamat memiliki nama asli Retna Kencana.
Ia berkuasa sebagai Adipati Jepara yang wilayahnya mencakup Kudus, Pati, Rembang dan Blora.
Ratu Kalinyamat digambarkan sebagai tokoh wanita yang cerdas, berwibawa, bijaksana, dan pemberani.
Tak hanya itu, kewibawaan dan kebijaksanaannya tercermin dalam peranannya sebagai pusat keluarga Kesultanan Demak.
Pengukuhan Ratu kalinyamat menjadi pahlawan nasional juga didukung oleh Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat.
Sebab menurutnya Ratu Kalinyamat adalah tokoh yang menginspirasi banyak kalangan.
Baca Juga: Meriah! Kirab Gunungan hingga Ratu Kalinyamat Ramaikan Tradisi Baratan di Jepara
"Rekam jejak Ratu Kalinyamat tidak ada arsipnya di dalam negeri sehingga data primer didapatkan tim kajian Ratu Kalinyamat dari Portugal," kata Lestari.
"Perjuangan untuk menjadikan Ratu Kalinyamat mendapat gelar Pahlawan Nasional harus dilanjutkan. Dan itu harus," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat saat menjadi pembicara kunci di Seminar Nasional secara hibrid bertema Dharma Samudera Pejuang Wanita Negara Poros Maritim Dunia, di Gedung Arsip Nasional, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Menurut Lestari, sepak terjang Ratu Kalinyamat, seorang perempuan yang mampu mengonsolidasikan sejumlah kerajaan nusantara untuk membangun poros maritim, membangun industri maritim dan bersama-sama melawan penjajah Portugis.
Hal itu merupakan catatan sejarah yang tidak boleh dilupakan dan bisa menjadi inspirasi dalam proses pembangunan saat ini.
Sehingga, tegas Rerie sapaan akrab Lestari, sangat layak jika nilai-nilai perjuangan Ratu Kalinyamat dapat diangkat menjadi memori kolektif seluruh anak bangsa, sekaligus menjadi Pahlawan Nasional. (*/khim)