JAKARTA - Duet Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka berpotensi merebut suara warga Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Tengah (Jateng).
Kedekatan Prabowo – Gibran dengan beberapa ulama besar NU di Jateng berpotensi mendongkrak perolehan elektabilitas mereka.
Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Research and Analysis, Fadhli Harahab menerangkan hadirnya Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya dan Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah pada deklarasi Prabowo – Gibran sebagai Capres – Cawapres beberapa waktu lalu menjadi sinyal dukungan yang nyata.
Fadhli menekankan, hadirnya dua ulama besar tersebut potensial menarik suara dukungan dari wilayah Jateng.
“Inilah saya kira salah satu alasan kenapa Prabowo menggandeng Gibran dan sejumlah tokoh NU, seperti Habib Luthfi dan Gus Miftah, yakni menarik suara pemilih di Jawa Tengah,” kata Fadhli, ketika dihubungi, Jumat (28/10/2023).
Bila dilihat dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA pada periode 4 – 12 September 2023, Prabowo – Gibran meraih banyak dukungan dari masyarakat yang terafiliasi dengan NU.
Dari survei tersebut menunjukkan sebanyak 44,6 persen masyarakat mendukung Prabowo – Gibran.
Fadhli menambahkan, ketokohan Habib Luthfi dan Gus Miftah yang begitu besar berpeluang untuk menarik banyak dukungan kepada Prabowo – Gibran.
Kendati, Habib Luthfi berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah, namun tidak menutup kemungkinan para pengikutnya yang berada di Jawa Timur pun akan memberikan dukungan kepada Prabowo – Gibran.
“Meskipun Habib Luthfi berasal dari Pekalongan Jawa Tengah tetapi pengikutnya juga banyak di Jawa Timur, sebagai basis utama suara NU,” ucapnya.
Oleh karena itu, Fadhli menegaskan, menuju Pilpres 2024 persaingan untuk merebut kantong – kantong suara di Indonesia akan semakin ketat.
Kendati, putri Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid sudah memberikan dukungan kepada Ganjar, namun Fadhli meyakini, suara perebutan untuk kalangan NU masih terbuka lebar.
“Melihat ketokohan Habib Luthfi dan Gus Miftah yang memiliki banyak pengikut dan jamaah, tentunya perebutan suara NU akan semakin ketat,” ujar Fadhli. (*)
Editor : Ali Mustofa