REMBANG - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Rembang masih ogah membahas tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Para bakal calon legislatif (bacaleg) bahkan dilarang berbicara soal hal tersebut.
Padahal, PPP Rembang sudah merasa percaya diri bisa menambah perolehan kursi saat pemilihan legislatif (pileg) tahun depan.
Tak tanggung-tanggung partai ini berambisi mendudukkan 17 kadernya di kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang.
Artinya, jika target tersebut tercapai, PPP bisa mengajukan calon bupati sendiri. PPP memang menjadi salah satu partai besar di Rembang. Saat ini memiliki 10 kursi di DPRD.
Partai yang identik dengan warna hijau ini juga berhasil mendudukkan Abdul Hafidz, salah satu kadernya menjadi Bupati Rembang selama dua periode.
Artinya, jagoan PPP itu sudah tidak bisa dicalonkan kembali. Sampai saat ini PPP Rembang belum juga menghembuskan siapa nama yang digadang meneruskan kepemimpinan Abdul Hafidz.
Rencana, pelaksanaan Pilkada akan digelar setelah Pemilihan Umum (Pemilu) pada Februari 2024 mendatang.
Diperkirakan Pilkada bakal dilaksanakan pada November tahun depan.
Meski demikian, DPC tampaknya masih ogah membicarakan tentang persiapan Pilkada. Ketua DPC PPP Rembang Zaimul Umam menyampaikan, di internal partai saat ini masih belum membicarakan tentang pemilihan bupati dan wakil bupati.
Untuk sementara, DPC masih berfokus pada pilihan legislatif (pileg).
"Tidak ada pembicaraan pilkada, tidak ada pembicaraan, fokus di Pileg," ujarnya.
Bahkan, DPC PPP Rembang juga melarang siapa pun caleg untuk membicarakan maupun berdiskusi tentang Pilkada. "Tidak ada, kami pokoknya siapapun caleg tidak boleh berdiskusi, mendiskusikan tentang Pilkada," jelasnya. (vah/ali)
Editor : Abdul Rokhim