BANYUMAS - Tim dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas melakukan pemeriksaan jenis kaca yang digunakan pada wahana jembatan kaca The Geong di Hutan Pinus Limpakuwus, Kabupaten Banyumas.
Sebelumnya diberitakan wahana jembatan kaca The Geong di Hutan Pinus Limpakuwus, Kabupaten Banyumas pecah hingga membuat pengunjung dinatasnya jatuh.
Baca Juga: Tewaskan 1 Orang! Begini Kronologi Pecahnya Jembatan Kaca The Geong Limpakuwus, Banyumas
Terdapat 4 pengunjung jatuh akibat pecahnya jembatan kaca The Geong setinggi 15 meter tersebut.
Dari keempat korban, satu pengunjung dinyatakan meninggal dunia.
Mendapatkan laporan tersebut, DPU Banyumas datang ke lokasi kejadian dan turun langsung ke dasar jembatan kaca.
Tampak di lokasi masih terdapat banyak serpihan kaca yang berserakan.
Tim DPU tampak mengamati dan membawa sampel jenis kaca yang digunakan di lokasi wisata tersebut.
Mereka juga terlihat mengukur jarak antar tiang penyangga.
Petugas DPU Bidang Penataan Bangunan, Imam Wibowo menjelaskan jenis kaca yang digunakan adalah tipe kaca tempered.
"Kita lihat jatuhnya kaca yang pecah bukan pada konstruksi. Baru melihat jenis kaca dan tipe kaca tempered," kata Imam, Rabu (25/10).
Setelah itu, tim juga mengukur ketebalan kaca yang digunakan.
Dari pengukuran tersebut didapati ketebalan kaca berukuran 12 milimeter.
"Ini ketebalannya 12 milimeter. Kita akan ukur ketebalan secara detail. Tiap kaca beda perlakuan sendiri apakah pecahnya jadi serpihan atau lempengan," terangnya.
Meski begitu, pihaknya belum bisa memastikan penyebab pecahnya jembatan kaca tersebut. Sebab, hal itu masih perlu pemeriksaan mendalam.
"Penyebabnya sendiri belum tahu tapi kaca yang pecah adalah satu lempeng ukuran kaca 122,4 cm. Karena jatuh kaca pecah, jadi kita lebih fokus meneliti kacanya terlebih dahulu. Kami tidak meneliti konstruksi secara umum," jelasnya.
Editor : Dzikrina Abdillah