MAKASSAR - Dokter sekaligus istri polisi, Karina Dinda Lestari alias KD yang melakukan perselingkuhan dengan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin bernama Andy Wahab alias AW mengaku jadi korban intimidasi.
Kini KD disebut-sebut menjadi korban intimidasi yang dilakukan AW.
Hal itu diungkapkan suami KD yaitu Ipda AH.
Ipda AH yang menerima informasi hasil penyelidikan itu menduga bahwa istrinya yang juga seorang dokter diintimidasi oleh AW.
Mahasiswa kedokteran yang merupakan selingkuhan istrinya itu melakukan hal-hal yang tak senonoh.
Fakta baru pun terungkap dari hasil penyeldikan yang dilakukan oleh pihak Polda Sulsel.
"Di sisi lain saya berpandangan secara objektif perempuan itu korban dan sisi lain saya sebagai suami karena seolah-olah beritanya kemarin terlalu menyudutkan perempuannya saja. Padahal ini, fakta-faktanya lagi kita gali oleh Polda Sulsel, ternyata ada unsur-unsur pemaksaan atau penekanan dari residennya," jelasnya.
Dia mengungkapkan bahwa kasus dugaan pemaksaan untuk melakukan hal tak senonoh yang dilakukan oleh dokter residen kepada dokter koas juga sempat terjadi beberapa bulan lalu.
Hal tersebut bahkan disebut sudah menjadi tradisi di kalangan dokter yang tengah menempuh pendidikan lanjutan di Universitas Hasanuddin.
"Karena 8 bulan lalu ada juga (kasus yang sama) dengan anak anak koas. Residen ini seniornya, sedangkan koas ini juniornya, dalam satu waktu anak-anak koas ini butuh bimbingan dari residen. Nah, hal-hal seperti itu mereka dimanfaatkan, misalnya mereka mau bertanya sesuatu ke residen tapi ada syaratnya diberikan, seperti diajak jalan," terangnya.
Ipda AH pun menyebut bahwa dalam waktu dekat istrinya, KD, akan juga melaporkan AW ke pihak kepolisian.
KD saat ini tengah berusaha menenangkan diri lantaran syok dengan kejadian yang dia alami.
"Ini saya dapatkan dari keterangan istri saya ada arahnya kesitu, kemungkinan istri saya akan membuat laporan. AW lagi kita buru, diperkosa ada unsur ancaman, penekanan dan iming-iming, kalau iming-iming memang betul dari keterangan istri saya diiming-imingi nilai yang bagus," tegasnya.
Ipda AH menduga bahwa korban dari AW tak hanya satu.
Tak hanya itu, perwira polisi yang tengah menjalani pendidikan di PTIK itu juga menduga pihak fakultas di salah satu kampus ternama di Kota Makassar itu sengaja menyembunyikan kejadian ini.
"Korbannya AW ini bukan hanya satu dua orang. Ada indikasi fakultas menyembunyikan dan tidak mau menindak . Istri saya ini korban, dengan seiringnya waktu akhirnya kebuka, karena yang satu ini di anastesi itu juga (korban) sistemnya sama, bahkan mereka ini berteman yang kejadian 8 bulan lalu dengan si AW, itu mereka saling kenal," jelasnya.
Disisi lain Ipda AH membenarkan bahwa dirinya telah melayangkan laporan ke Polda Sulsel dan Polda Sulsel sendiri tengah menyelediki kasus tersebut.
"Memang dugaan awal seperti itu (perselingkuhan), berita itu benar," kata Ipda AH, Selasa (17/10).
Editor : Dzikrina Abdillah