REMBANG - Sebuah sumur milik warga Dukuh Kampung Sridadi, Desa Pamotan keluarkan gas berapi sore ini, Rabu (4/10).
Diketahui semburan gas berapi itu bersumber dari sumur milik Abu Rosidin warga RT 2 RW 13, Dukuh Kampung Sridadi, Desa Pamotan.
Sumur tersebut berada 3-5 meter dekat rumahnya.
Semburan api itu menyala di pipa air yang terhubung dengan sumur bor tersebut.
Awalnya, Abu mencoba menyulut semburan gas itu dengan pemantik api.
Namun, api menyala dari sumber semburan gas. Saat nyala tinggi api sekira satu meter.
Dikutip dari Detik, Abu bercerita, berapa hari lalu ia sedang mengebor sumur untuk mencari sumber mata air.
Selama lima hari ia mengebor, akhirnya sumur itu mengeluarkan air.
Sambil menunggu air yang keluar dari sumur bornya itu jernih, Abu mengaku dikagetkan dengan semburan api yang muncul secara tiba-tiba, pada saat ia hendak menyulut rokok.
"Ngebornya sudah semingguan lebih. Tanggal 23 September kemarin. Setelah lima hari itu kan sudah keluar airnya. Biasanya sumur baru itu kan airnya keruh. Waktu nunggu itu sampai airnya jernih saya kan nyulut rokok, lah itu tiba-tiba dari sumur ikut nyala itu apinya. Kan saya dekat itu, kaget," jelas Abu.
Atas munculnya semburan gas berapi di sumur itu, tetangga Abu dan warga sekitar desa pun heboh.
Mereka berdatangan untuk menyaksikan semburan gas berapi.
Abu berharap ada langkah lebih lanjut dari pemerintah.
"Warga ya pada ramai. Pada datang, tanya gimana? Untuk menangani ini (gas), pemerintah sama Pertamina. Dicek atau diteliti siapa tahu bisa dimanfaatkan warga sekitar. Apalagi gas elpiji ini lagi langka," tutur Abu.
Saat ini di sekitar sumur itu tampak sudah terpasang garis polisi, sebagai penanda sekitar area berbahaya.
Editor : Dzikrina Abdillah