Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

RICUH! Merasa Tak Dianggap manusia, Buruh Pabrik iPhone Terbesar di China Demo, Pekerja Dipukuli

Kholid Hazmi • Kamis, 24 November 2022 | 19:05 WIB
RICUH! Merasa Tak Dianggap manusia, Buruh Pabrik iPhone Terbesar di China Demo, Pekerja Dipukuli (Twitter @violazhouyi)
RICUH! Merasa Tak Dianggap manusia, Buruh Pabrik iPhone Terbesar di China Demo, Pekerja Dipukuli (Twitter @violazhouyi)
JAKARTA- Buruh Foxconn Technology Group di Zhengzhou yang berstatus sebagai pabrik iPhone terbesar di China melakukan aksi demonstrasi dan berakhir ricuh Rabu (23/11) pagi waktu setempat.

Associated Press melaporkan, ribuan pekerja bermasker terlihat menghadapi barisan polisi lengkap dengan pakaian pelindung putih dan tameng anti huru-hara. Seorang pekerja tampak dipukul di bagian kepala dengan pentungan, sementara sejumlah pekerja lainnya dibawa pergi dengan posisi tangan terkekang di belakang punggung.

Aksi protes tersebut dipicu saat perusahaan berencana untuk menunda pembayaran bonus, kata banyak pengunjuk rasa di siaran langsung.

Diketahui beberapa bulan terakhir pekerja pabrik Foxconn memang tengah menuntut penyelesaian masalah kebijakan upah.

Ketatnya kontrol lock down untuk mencegah penularan virus Covid-19 membuat buruh kian tertekan. Bulan lalu, banyak pekerja Foxconn meninggalkan asrama pabrik guna menghindari pembatasan itu.

Angka protes juga melonjak usai Covid-19 kembali menyebar di seluruh China. Awal pekan ini, otoritas negara itu melaporkan beberapa kematian akibat virus Covid-19, untuk pertama kalinya dalam enam bulan belakangan.

"Beri kami gaji kami!", teriak para pekerja yang dikelilingi oleh orang-orang dengan pakaian hazmat lengkap, dikutip dari Reuters, Kamis (24/11).

"Foxconn tidak pernah memperlakukan manusia seperti manusia," kata salah seorang pekerja.

Para pekerja mulai keluar dari asrama pabrik tersebut Rabu (23/11) dini hari waktu setempat. Bloomberg mewartakan, peserta aksi saling berdesakan demi membobol barikade aparat. Bahkan beberapa pekerja pria terlihat menghancurkan kamera CCTV dan jendela. Video rekaman perusakan tersebut beredar luas di media sosial.

Dilansir dari CNBC Indonesia, Foxconn yang secara resmi bernama Hon Hai Precision Industry Co Ltd, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya telah memenuhi kontrak pembayarannya dan bahwa laporan staf yang terinfeksi yang tinggal di kampus dengan rekrutan baru adalah tidak benar.

"Terkait kekerasan apapun, perusahaan akan terus berkomunikasi dengan karyawan dan pemerintah untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali," tambah perusahaan.

Sumber yang mengetahui situasi di Zhengzhou mengatakan produksi di pabrik tidak terpengaruh oleh keresahan pekerja dan produksi tetap "normal".

Sebelumnya dilaporkan bahwa produksi iPhone di pabrik bisa merosot sebanyak 30% pada bulan November, dan Foxconn bertujuan untuk melanjutkan produksi penuh di sana pada paruh kedua bulan ini. Apple telah memperingatkan bahwa mereka mengharapkan pengiriman model iPhone 14 premium yang lebih rendah daripada yang diantisipasi sebelumnya.

Sementara kerusuhan terbaru malah menambah ketidakpastian, sumber tersebut mengatakan perusahaan masih bekerja keras untuk mencapainya.

Sumber kedua yang mengetahui masalah ini, mengatakan Foxconn tidak mungkin mencapai target. Ia menunjuk pada gangguan yang disebabkan oleh kerusuhan, yang berdampak terutama pada rekrutan baru yang dipekerjakan untuk menjembatani kesenjangan dalam angkatan kerja.

"Awalnya, kami mencoba untuk melihat apakah rekrutan baru bisa online pada akhir November. Tapi dengan kerusuhan, sudah pasti kami tidak bisa melanjutkan produksi normal pada akhir bulan." ujar dia.

Foxconn menyumbang 70% dari pengiriman iPhone secara global. Itu membuat sebagian besar ponsel di pabrik Zhengzhou, meskipun memiliki lokasi produksi lain yang lebih kecil di India dan China selatan. Editor : Kholid Hazmi
#iphone china #iphone #demo #china #demo pabrik iphone china #iphone cina