Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

PLN Cabut Listrik Subsidi by Sistem, Siap-siap Bayar dengan Tarif normal

Ali Mustofa • Minggu, 2 Januari 2022 | 00:32 WIB
PERAWATAN: Seorang petugas menyisir kabel jaringan yang mengalami gangguan. Ini dilakukan untuk mengurangi terjadinya gangguan listrik pelanggan. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
PERAWATAN: Seorang petugas menyisir kabel jaringan yang mengalami gangguan. Ini dilakukan untuk mengurangi terjadinya gangguan listrik pelanggan. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
REMBANG – Pelanggan listrik subsidi siap-siap membayar rekening listrik dengan tarif normal. Ini lantaran PLN melakukan pencabutan status dari DTKS (Daftar Terpadu Kesejahteraan Sosial) menjadi non-subsidi. Kebijakan berlaku by sistem, sehingga PLN di daerah tak mengetahui data pasti pencabutan itu.

PLN Rembang mengakui pencabutan status itu. Namun data secara pasti jumlah total pencabutan listrik subsidi di Rembang belum diketahui secara detail. Unit tahu setelah muncul banyak keluhan dari pelanggan. Karena tarif pembayaran listrik naik dua kali lipat lebih.

“Jelasnya tidak sampai 10 ribu. Mungkin itu eks-Keresidenan Pati. Kalau  tidak justru se-Jateng-DIY. Saat ini belum dapat data detail. Baru sebatas pelanggan mengeluh ternyata dicek menjadi non subsidi. Belum bisa download (aplikasi penerima subsidi) di Rembang,” ungkap Arif Setiawan, Manager ULP Rembang

Pihaknya hanya menerima surat dari Dirjen Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM terkait perubahan penerima subsidi listrik di PLN. Di surat terbaru tersebut memang ada perubahan data. Pelanggan-pelanggan yang sebelumnya termasuk tarif subsidi ada perubahan menjadi tidak subsidi.

”Kami juga detail pelanggan masih belum menerima. Itu berlaku sejak semenjak rekening bulan Desember,” penjelasnya.

Menurutnya pelanggan pasca bayar (meteran biasa) rekening di bulan Desember  yang masuk di perubahan akhirnya menjadi non subsidi. Tarifnya mungkin dirasakan pelanggan dua kali lipat.

Sementara pelanggan prabayar setiap membeli pulsa. Mungkin dulu dapat sekian KWH sekarang hampir setengahnya. Sebagai catatan subsidi di PLN daya 450 dan 900. Ia mengakui jika ada pelanggan-pelanggan yang menanyakan pencabutan subsidi itu. Saat cek di sistem memang belum dapat data secara lengkap, sehingga ia  belum bisa menyampaikan.

“Tahunya kalau ada pelanggan yang menanyakan. Sekarang beli token sekian dapatnya sekian. Dulu tarifnya R1 sekarang menjadi R1M (non subsidi),” imbuhnya.

Arif menambahkan dulu bisa menjadi R1 karena saat pasang baru memasukan nomor NIK mendapatkan subsidi. Sekarang NIK dicek di sistem memang tidak ada. Jadi kalau dapat subsidi memang muncul nama-namanya.

”Di Unit tidak ada perubahan atau apa. Karena memang semua sudah tersistem PLN dengan DTKS Kementerian Sosial dan ESDM. Kalau NIK tidak terima subsidi jadi langsung berubah secara langsung,” terangnya. (ali) Editor : Ali Mustofa
#rekening listrik #pelanggan listrik subsidi #rembang #pln #subsidi listrik