Kepala Disdukcapil mengatakan, untuk menyelesaikan kendala tersebut bisa saja diterbitkan NIK baru. “Nanti kami cek dulu NIK-nya. Harus ke disdukcapil dulu,” jelasnya, Kamis (30/9).
Fenomena tersebut juga dapat disebabkan data NIK di server pusat belum ter-up-to-date. “Kalau memang belum update NIK-nya untuk kepentingan vaksin, maka kami lakukan update. Untuk kasus ini kami temukan ada sekitar 30-40 orang. Sudah terselesaikan,” terang Sungkono.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan, permasalahan NIK berada di ranah administrative dan menjadi tanggung jawab pemerintah untuk melakukan perbaikan.
“Masyarakat tinggal terima jadi KTP dan NIK-nya. Prinsipnya, saat adminduk (administrasi kependudukan)-nya bermasalah, yang bersangkutan tetap akan divaksin. Menjadi ironis misal adminduknya bermasalah, akhirnya tidak divaksin. Kan ini warga negara Indonesia,” beber dia.
Diberitakan sebelumnya, dalam sehari, vaksinasi di 25 kecamatan mampu menyasar belasan ribu orang. Berkaca dari capaian tersebut, Pemkab Wonogiri menargetkan vaksinasi bisa rampung Oktober mendatang.
“Dalam satu hari sebanyak 18.300 orang menjadi sasaran vaksinasi. (Jumlah) itu tersebar di 25 kecamatan,” kata Joko Sutopo belum lama ini.
Selama beberapa pekan terakhir, pemkab mendapatkan pasokan vaksin cukup melimpah. Bupati menuturkan, sebelum pasokan vaksin bertambah, persentase vaksinasi di Kota Sukses hanya mencapai 15 persen. Tapi kini, persentase sudah di angka 35,63 persen.
Joko Sutopo yang juga ketua Satgas Penanganan Covid-19 Wonogiri itu menjelaskan, vaksinasi di Kota Sukses dilakukan secara klaster kelompok atau profesi yang rawan terpapar korona. Jika vaksinasi dilakukan untuk sasaran umum, lanjutnya, dikhawatirkan malah berpotensi menjadi rebutan. Dengan skema itu, secara otomatis masyarakat umum sudah masuk dalam irisan. Pelaksanaan vaksinasi pun lebih teratur.
Bupati optimistis, ketika sistem seperti ini bisa dipertahankan, maka vaksinasi di Wonogiri akan segera rampung di bulan Oktober ini. Editor : Ali Mustofa