RADAR KUDUS – Di tengah gempuran teknologi nirkabel yang semakin canggih, sebuah fenomena menarik justru terjadi di awal tahun 2026.
Generasi Z secara kolektif mulai meninggalkan kenyamanan True Wireless Stereo (TWS) dan menghidupkan kembali tren earphone kabel.
Perangkat yang sempat dianggap "ketinggalan zaman" ini kini kembali menghiasi telinga anak muda di berbagai ruang publik, mulai dari kafe hingga transportasi umum.
Data pasar menunjukkan lonjakan yang signifikan; penjualan perangkat audio berkabel dilaporkan meningkat hingga 20 persen dalam waktu singkat.
Angka ini menjadi bukti nyata bahwa pasar audio nirkabel mulai mencapai titik jenuh dan konsumen mulai mencari sesuatu yang berbeda.
Peralihan ini tidak terjadi tanpa alasan yang kuat. Di balik estetika yang ditawarkan, terdapat alasan praktis yang membuat earphone kabel kembali unggul di mata pengguna muda:
Bebas Urusan Baterai: Pengguna tidak perlu lagi merasa cemas akan daya baterai yang habis di tengah rapat penting atau saat mendengarkan musik di perjalanan. Earphone kabel menawarkan kesiapan penggunaan kapan pun diperlukan.
Stabilitas Koneksi: Masalah delay (latensi) atau gangguan koneksi Bluetooth yang sering terjadi pada perangkat nirkabel tidak ditemukan pada sambungan kabel, menjamin kualitas suara yang lebih konsisten.
Efisiensi Biaya: Dengan harga yang jauh lebih terjangkau, pengguna bisa mendapatkan kualitas audio yang setara atau bahkan lebih baik dibandingkan TWS dengan harga berkali-kali lipat.
Lebih dari sekadar alat pendengar musik, earphone kabel kini telah bertransformasi menjadi aksesoris fashion.
Munculnya istilah "Wired It Girls" yang dipopulerkan oleh sejumlah figur publik dan influencer global di media sosial telah memperkuat posisi earphone kabel sebagai bagian dari estetika sehari-hari.
Kabel yang menjuntai kini tidak lagi dianggap mengganggu, melainkan dipandang sebagai pernyataan gaya yang menunjukkan kesan "effortless" dan autentik.
Tren ini juga berkaitan erat dengan gerakan digital detox, di mana penggunaan perangkat analog atau berkabel dianggap sebagai cara untuk merasa lebih terhubung dengan kenyataan di tengah dunia yang serba digital.
Fenomena ini membuktikan bahwa teknologi tidak selalu bergerak secara linear menuju nirkabel sepenuhnya.
Ada kalanya, kesederhanaan dan keandalan teknologi lama kembali diminati ketika solusi modern terasa terlalu rumit atau memerlukan perawatan ekstra.
Bagi Gen Z, earphone kabel adalah perpaduan sempurna antara fungsi yang mumpuni dan gaya yang ikonik.
Di tahun 2026 ini, kabel bukan lagi pembatas, melainkan simbol gaya hidup yang lebih sadar akan kepraktisan dan keaslian. (*)
Editor : Ghina Nailal Husna