RADAR KUDUS - Penelitian terbaru mengungkap strategi sederhana namun efektif untuk menurunkan berat badan, yakni dengan membatasi waktu makan hanya delapan jam per hari.
Pola ini dikenal sebagai metode puasa intermiten, yang menekankan jeda makan selama 16 jam setiap hari.
Studi ini dipresentasikan dalam ajang ilmiah internasional di Malaga, Spanyol, dan melibatkan hampir 100 peserta dengan kondisi kelebihan berat badan hingga obesitas.
Terbukti Turunkan Berat Badan Hingga 4 Kilogram
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta yang menerapkan pola makan terbatas waktu mampu menurunkan berat badan sekitar 3 hingga 4 kilogram dalam beberapa bulan.
Bahkan, efeknya masih terasa hingga satu tahun kemudian.
Sebaliknya, kelompok yang makan tanpa batasan waktu (lebih dari 12 jam sehari) hanya mengalami penurunan berat badan yang sangat kecil, bahkan cenderung naik kembali setelah setahun.
Tak hanya itu, metode ini juga membantu mengecilkan lingkar pinggang dan pinggul, yang menjadi indikator penting kesehatan metabolik.
Tidak Bergantung Jam Makan
Menariknya, penelitian ini menemukan bahwa waktu mulai makan tidak terlalu berpengaruh.
Baik memulai makan di pagi hari maupun siang hari, hasilnya tetap efektif selama durasi makan dibatasi dalam 8 jam dan dilakukan secara konsisten.
Para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok, termasuk yang makan bebas, makan lebih dari 12 jam, serta kelompok dengan jendela makan 8 jam di waktu berbeda.
Lebih Mudah Dibanding Hitung Kalori
Peneliti menyebut metode ini lebih mudah dijalankan dibandingkan diet konvensional yang mengharuskan penghitungan kalori setiap hari.
Sekitar 85% peserta mengaku mampu mengikuti pola ini dengan konsisten.
Hal ini menjadikan puasa intermiten sebagai alternatif menarik bagi orang yang kesulitan menjalani diet ketat.
Tetap Perlu Penelitian Lanjutan
Meski hasilnya menjanjikan, para ahli menegaskan bahwa studi ini masih memerlukan penelitian lanjutan.
Beberapa faktor seperti jumlah kalori, kepatuhan pola makan, serta dampak jangka panjang terhadap metabolisme masih perlu dikaji lebih dalam.
Namun demikian, temuan ini memperkuat bukti bahwa pengaturan waktu makan bisa menjadi strategi efektif dalam menjaga berat badan sekaligus meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Editor : Mahendra Aditya