Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tak Cuma Harum, Kenanga Ternyata Ampuh Turunkan Gula Darah—Riset BRIN Ungkap Rahasianya!

Mahendra Aditya Restiawan • Senin, 27 April 2026 | 09:03 WIB
Bunga Kenanga
Bunga Kenanga

RADAR KUDUS - Selama ini, bunga kenanga (Cananga odorata) lebih dikenal sebagai pelengkap tradisi, taburan makam, atau bahan parfum beraroma khas.

Namun di balik citranya yang identik dengan ritual dan wewangian, tanaman ini ternyata menyimpan potensi besar sebagai bahan obat alami, termasuk untuk membantu mengatasi diabetes.

Temuan ini bukan sekadar mitos turun-temurun. Riset ilmiah yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional bersama Universitas Gadjah Mada menunjukkan bahwa bagian daun kenanga memiliki aktivitas farmakologis yang cukup menjanjikan.


Tak Hanya Bunga, Daun Kenanga Justru Lebih Berkhasiat

Dalam praktik pengobatan tradisional di Indonesia, kenanga telah lama dimanfaatkan oleh puluhan etnis untuk mengatasi berbagai penyakit.

Berdasarkan hasil Riset Tumbuhan Obat dan Jamu (Ristoja), tanaman ini digunakan untuk lebih dari 18 jenis penyakit, dengan gangguan kulit sebagai yang paling umum.

Menariknya, bagian daun justru lebih sering digunakan dibanding bunganya.

Selain lebih mudah didapat, penggunaan daun dinilai lebih ramah lingkungan karena tidak merusak keberlangsungan tanaman.


Terbukti Ilmiah: Potensi Antidiabetes dan Antioksidan

Penelitian terbaru mengungkap bahwa ekstrak etanol daun kenanga mampu menghambat enzim DPP-4 hingga 67,4%.

Enzim ini berperan dalam pengaturan kadar gula darah, sehingga penghambatannya menjadi salah satu mekanisme penting dalam terapi diabetes modern.

Selain itu, kenanga juga menunjukkan aktivitas antioksidan yang kuat. Kandungan senyawa aktif seperti ocimene, linalool, germacrene D, dan β-caryophyllene berkontribusi dalam melawan radikal bebas serta memberikan efek antimikroba dan penenang.

Analisis lebih lanjut menemukan bahwa kadar flavonoid dan fenolik dalam daun kenanga memiliki hubungan erat dengan efektivitasnya sebagai antidiabetes dan antioksidan.

Semakin tinggi kandungan tersebut, semakin besar pula potensi manfaat kesehatannya.


Peluang Jadi Obat Herbal Modern, Tapi Ada Tantangan

Dengan kandungan senyawa aktif yang kompleks, kenanga berpeluang besar dikembangkan menjadi produk kesehatan berbasis herbal modern.

Bahkan, ekstrak daun kenanga berbasis etanol telah diajukan sebagai paten di Indonesia.

Namun di balik peluang tersebut, ada tantangan serius.

Lebih dari 60% kenanga yang digunakan dalam pengobatan tradisional masih diambil dari alam liar. 

Jika tidak diimbangi dengan budidaya, kondisi ini bisa mengancam kelestarian tanaman di masa depan.

Meski saat ini statusnya masih tergolong aman menurut IUCN, risiko penurunan populasi tetap perlu diwaspadai jika eksploitasi terus meningkat.


Warisan Lokal yang Siap Mendunia

Penelitian ini menjadi bukti bahwa kekayaan hayati Indonesia bukan hanya bernilai budaya, tetapi juga memiliki potensi besar di dunia medis.

Kenanga yang selama ini dianggap biasa, bahkan kerap “dibuang” dalam ritual, justru bisa menjadi solusi kesehatan masa depan.

Langkah selanjutnya adalah memastikan keamanan, efektivitas klinis, serta pengembangan budidaya berkelanjutan agar manfaat tanaman ini bisa dirasakan lebih luas tanpa merusak alam.

Editor : Mahendra Aditya
#kenanga obat diabetes #manfaat daun kenanga #Cananga odorata #herbal antidiabetes #tanaman obat Indonesia