Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengapa Kita Tak Pernah Puas Meski Scrolling Berjam-jam? Ini Penjelasannya

Redaksi Radar Kudus • Kamis, 8 Januari 2026 | 14:48 WIB
Ilustrasi Seseorang Bermain Handphone
Ilustrasi Seseorang Bermain Handphone

RADAR KUDUS - Di tahun 2026, banyak orang tanpa sadar menghabiskan 3 sampai 5 jam sehari hanya untuk scrolling media sosial.

Awalnya niatnya sekadar hiburan atau mengisi waktu luang. Tapi setelah lama menatap layar, yang muncul justru perasaan kosong, gelisah, capek pikiran, bahkan cemas.

Fenomena ini dikenal dengan istilah “zombie scrolling” (kebiasaan scroll tanpa sadar, seperti berjalan tapi pikiran kosong).

Lalu, mengapa sesuatu yang terlihat menyenangkan justru membuat kita tidak bahagia?

Baca Juga: Zero Post: Mengapa Gen Z Memilih Kosongkan Media Sosialnya?

1. Otak Terjebak “Hadiah Tak Terduga”

Media sosial bekerja seperti mesin judi. Kita tidak pernah tahu konten apa yang muncul berikutnya. Bisa lucu, bisa membosankan, bisa bikin iri.

Hal ini memicu dopamin (zat kimia di otak yang membuat kita ingin terus mencari kesenangan).

Masalahnya, dopamin bukan membuat kita bahagia, tapi membuat kita terus ingin mencari lagi dan lagi.

Akibatnya:

2. Video Pendek Disebut “Narkoba Digital”

Format video pendek seperti TikTok, Reels, dan Shorts sering disebut “Digital Cocaine” (istilah kiasan untuk sesuatu yang bikin ketagihan).

Kenapa berbahaya?

3. Lelah Pikiran dan Kebiasaan Membandingkan Diri

Setiap kali melihat postingan orang lain, otak otomatis membandingkan.

Ini disebut Upward Social Comparison (membandingkan diri dengan orang yang terlihat lebih sukses).

Dampaknya:

Padahal, yang kita lihat hanyalah potongan terbaik hidup orang lain, bukan kenyataan utuhnya.

4. Merasa Terhubung, Padahal Semakin Kesepian

Media sosial memberi ilusi koneksi (terasa dekat, tapi sebenarnya tidak benar-benar terhubung).

Menonton video orang lain:

Setelah layar dimatikan, yang tersisa sering kali hanyalah kesepian dan penyesalan karena waktu terbuang.

Baca Juga: Mengapa Gen Z Berbondong-Bondong Menjadi Content Creator? Ini Alasannya

STRATEGI SEDERHANA MEMUTUS SIKLUS SCROLLING

Berikut cara praktis yang bisa dilakukan siapa saja:

1. Ubah Layar ke Hitam Putih

Mode grayscale (tampilan tanpa warna) membuat konten jadi kurang menarik dan membantu otak berhenti lebih cepat.

2. Batasi Waktu Main HP

Gunakan fitur Digital Wellbeing atau aplikasi seperti StayFree. Mulai dari aturan maksimal 20–30 menit.

3. Sembunyikan Aplikasi Media Sosial

Jangan taruh di layar utama. Buat satu folder khusus agar tidak refleks membuka.

4. Cari Dopamin yang Lebih Sehat

Ganti scrolling dengan:

Aktivitas fisik memberi dopamin yang lebih tahan lama dan menenangkan. (rani)

 

Editor : Ali Mustofa
#Ponsel #Hand phone #tik tok #facebook #zombie scrolling #Brain Rot #video pendek #sosial media #ig #youtube #brain root