RADAR KUDUS - Selama bertahun-tahun, dunia kecantikan nyaris tidak bisa dilepaskan dari bayang-bayang Korean Wave.
Mulai dari K-pop, K-drama, hingga K-Beauty, tren asal Korea Selatan mendominasi preferensi generasi muda di berbagai negara.
Tampilan kulit bening berkilau ala “glass skin”, bibir gradasi yang lembut, dan riasan yang nyaris tak terlihat seolah menjadi standar kecantikan ideal.
Namun, dalam beberapa waktu terakhir, muncul fenomena menarik: riasan Thailand mulai naik ke permukaan dan merebut perhatian para pecinta makeup, khususnya di Asia Tenggara.
Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat di media sosial, melainkan refleksi dari kebutuhan nyata konsumen, terutama mereka yang hidup di wilayah beriklim tropis.
Jika riasan Korea dikenal dengan kesan ringan dan natural, maka riasan Thailand justru hadir dengan karakter lebih tegas, terstruktur, dan tahan lama. Dua pendekatan ini sama-sama menonjolkan kesempurnaan tampilan, tetapi berangkat dari filosofi yang sangat berbeda.
Pada riasan Korea, fokus utama terletak pada kesehatan dan kelembapan kulit. Skincare menjadi pondasi yang sangat penting sebelum makeup diaplikasikan.
Hasil akhirnya adalah wajah yang terlihat segar, lembut, dan bercahaya alami. Produk yang digunakan pun cenderung ringan, seperti cushion atau BB cream dengan coverage tipis yang hanya menyamarkan ketidaksempurnaan tanpa menutupi tekstur kulit sepenuhnya.
Perona pipi hadir dalam warna-warna lembut seperti pink muda atau peach, seolah memberikan efek “pipinya merona alami”.
Untuk area mata, gaya Korea biasanya menghindari warna yang terlalu mencolok. Eyeshadow berwarna netral, eyeliner tipis di garis bulu mata, serta alis lurus natural menjadi ciri khas.
Bagian yang paling ikonis adalah bibir gradasi, di mana warna lebih pekat berada di bagian tengah bibir dan memudar ke luar. Kesan yang ditawarkan adalah polos, manis, dan awet muda.
Berbeda jauh dari itu, riasan Thailand mengusung konsep glam yang lebih kuat, meski tetap mempertahankan sentuhan lembut atau dikenal sebagai soft glam.
Base makeup dibuat lebih solid dengan foundation ber-medium coverage dan hasil akhir cenderung semi-matte. Teknik ini dipilih untuk memastikan makeup tetap bertahan di tengah panas dan kelembapan udara yang tinggi.
Contouring dan highlighting menjadi bagian penting dalam riasan Thailand. Tulang pipi dipertegas, hidung dibuat lebih berdimensi, dan rahang tampak lebih tajam.
Alis dibentuk lebih tebal dan rapi dengan detail bulu (alis serat) yang memberikan kesan penuh dan terstruktur.
Pada bagian mata, pemilihan warna bisa lebih berani, bahkan terkadang menggunakan sentuhan smokey yang lembut. Bulu mata palsu hampir selalu menjadi pelengkap untuk menambah dimensi dan drama, tetapi tetap dengan hasil akhir yang terlihat halus dan elegan.
Di area bibir, riasan Thailand tidak mengandalkan gradasi tipis seperti Korea. Warna diisi penuh, bahkan sering dibuat sedikit melampaui garis bibir (overdraw) untuk menciptakan ilusi bibir yang lebih bervolume.
Warna-warna hangat seperti nude kecokelatan, coral, dan peach menjadi favorit karena memberikan kesan segar sekaligus matang.
Ada beberapa alasan mengapa riasan Thailand kini semakin dilirik dan bahkan dianggap sebagai “penantang serius” K-Beauty. Pertama, faktor iklim menjadi penentu utama.
Produk-produk Thailand memang dirancang untuk bertahan di suhu panas dan kondisi lembap, sehingga lebih relevan bagi masyarakat di Indonesia, Malaysia, Filipina, dan negara tropis lainnya.
Kedua, peran media sosial tidak bisa diabaikan. Banyak beauty influencer di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, memperkenalkan teknik dan produk asal Thailand melalui video tutorial yang viral.
Salah satu nama yang sering dikaitkan dengan tren ini adalah Tasya Farasya, yang kerap menunjukkan bagaimana riasan Thailand mampu menciptakan transformasi dramatis namun tetap terlihat halus.
Ketiga, daya tarik visualnya yang kuat membuat riasan Thailand terasa lebih ‘siap kamera’. Untuk kebutuhan konten digital, foto, hingga acara formal, tampilan ini dianggap lebih menonjol di depan kamera dibandingkan gaya minimalis ala Korea yang terkadang terlihat terlalu pucat di bawah pencahayaan tertentu.
Selain itu, industri kecantikan Thailand juga dikenal sangat inovatif. Banyak brand lokal mereka memadukan teknologi modern dengan bahan-bahan alami, menghadirkan produk berkualitas dengan harga yang bervariasi, dari terjangkau hingga premium.
Hal ini membuat riasan Thailand tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga kompetitif secara ekonomi.
Pergeseran tren dari dominasi tunggal K-Beauty menuju keberagaman gaya, termasuk Thai makeup look, menunjukkan bahwa standar kecantikan kini semakin inklusif.
Konsumen tidak lagi terpaku pada satu kiblat saja, melainkan lebih bebas berkreasi dan menyesuaikan tampilan dengan kebutuhan pribadi, kondisi lingkungan, serta karakter wajah masing-masing.
Pada akhirnya, baik riasan Korea maupun Thailand memiliki keunikan dan keunggulannya sendiri.
Yang berubah hanyalah cara pandang masyarakat terhadap kecantikan: bukan lagi soal mengikuti satu tren global, melainkan menemukan gaya yang paling merepresentasikan diri dan membuat merasa percaya diri. (rani)
Editor : Mahendra Aditya