Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Efek Samping Tablet Tambah Darah dan Cara Mengatasinya

Redaksi Radar Kudus • Selasa, 2 Desember 2025 | 20:51 WIB
Ilustrasi Anemia
Ilustrasi Anemia

 

RADAR KUDUS - Anemia atau kondisi kurang darah masih menjadi masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri. Kurangnya kadar hemoglobin (Hb) dalam darah membuat tubuh mudah lelah, lemah, sulit berkonsentrasi, bahkan dapat menurunkan produktivitas serta prestasi belajar. Kondisi ini sering kali disebabkan oleh asupan zat besi yang tidak mencukupi, pola makan tidak seimbang, serta kehilangan darah saat menstruasi.

Untuk membantu mencegah dan mengatasi anemia, remaja putri dianjurkan mengonsumsi tablet tambah darah secara rutin, biasanya satu kali dalam seminggu. Tablet ini mengandung zat besi yang berfungsi untuk membantu pembentukan sel darah merah sehingga kadar hemoglobin dalam tubuh dapat meningkat secara bertahap.

Namun, sebagian remaja merasa khawatir setelah mengonsumsi tablet tambah darah karena muncul beberapa reaksi di tubuh. Efek yang umum terjadi antara lain rasa mual, perut terasa perih atau tidak nyaman, sembelit, serta perubahan warna tinja menjadi lebih gelap atau kehitaman. Efek ini sering membuat sebagian orang takut dan akhirnya enggan melanjutkan konsumsi tablet tersebut.

Padahal, reaksi tersebut tergolong normal dan tidak berbahaya. Perubahan pada sistem pencernaan merupakan respons alami tubuh saat menyesuaikan diri dengan tambahan zat besi. Biasanya, keluhan ini akan berkurang dengan sendirinya setelah tubuh terbiasa.

Agar efek samping terasa lebih ringan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  1. Minum tablet tambah darah pada malam hari sebelum tidur, sehingga rasa mual dapat diminimalisir.

  2. Konsumsi tablet sekitar 30 menit setelah makan untuk mengurangi iritasi pada lambung.

  3. Minum bersama jus buah yang mengandung vitamin C, karena dapat membantu penyerapan zat besi lebih optimal.

  4. Hindari meminumnya bersamaan dengan teh, kopi, atau susu karena dapat menghambat penyerapan zat besi.

Dengan pemahaman yang tepat, remaja putri diharapkan tidak lagi merasa takut saat mengonsumsi tablet tambah darah. Justru dengan rutin mengonsumsi dan menerapkan pola hidup sehat, risiko anemia bisa dicegah sehingga tubuh tetap bugar, berenergi, dan siap menjalani aktivitas sehari-hari dengan maksimal.


Tablet tambah darah bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti. Efek samping yang muncul bersifat sementara dan wajar. Dengan cara konsumsi yang tepat dan konsisten, remaja putri dapat terhindar dari anemia dan menjaga kualitas kesehatan jangka panjang. (rani)

Editor : Zainal Abidin RK
#hemoglobin #gaya hidup #gaya hidup sehat #Anemia #Tablet Tambah Darah #TTD