Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Fenomena Self-Healing di Kalangan Gen Z: Tren atau Kebutuhan?

Redaksi Radar Kudus • Selasa, 18 November 2025 | 21:30 WIB

Photo
Photo

RADAR KUDUS - Generasi Z tumbuh di zaman yang serba digital, cepat, dan penuh paparan informasi.

Melalui platform seperti TikTok dan Instagram, mereka dengan mudah menemukan konten seputar kesehatan mental.

Salah satu fenomena yang paling banyak muncul adalah tren self-healing atau penyembuhan diri.

Tapi, apa sebenarnya makna dari self-healing dan mengapa begitu populer di kalangan anak muda?

 

Baca Juga: Bukan Curhat, Tapi Self-Reward: Strategi Gen Z Menjaga Kewarasan

Apa yang Dimaksud dengan Self-Healing?

Self-healing adalah proses penyembuhan emosional tanpa bantuan obat, di mana seseorang berusaha mengatasi stres, kecemasan, atau luka batin melalui aktivitas tertentu.

Penelitian Sari & Aryanto (2022) menyebutkan bahwa metode ini umum dilakukan ketika seseorang mengalami tekanan mental.

Di media sosial, istilah ini semakin populer. Tagar #selfhealing di TikTok bahkan telah ditonton lebih dari 10 miliar kali—tanda bahwa topik ini menjadi kebutuhan sekaligus tren.

Mengapa Gen Z Menggemari Self-Healing?

Ada beberapa faktor yang membuat self-healing menjadi budaya baru bagi anak muda:

  1. Tekanan Media Sosial
    Dunia digital sering menampilkan standar hidup ideal yang membuat generasi ini merasa harus selalu tampil sempurna. Perbandingan sosial membuat mereka mudah merasa tidak cukup baik.

  2. Kesadaran Kesehatan Mental yang Lebih Tinggi
    Dibanding generasi sebelumnya, Gen Z lebih berani bicara soal mental health dan mencari bantuan ketika merasa kewalahan.

  3. Akses Pengetahuan yang Instan
    Konten tutorial meditasi, journaling, affirmations, hingga tips merawat diri sangat mudah ditemukan dan dipraktikkan.

Pandangan Psikologi terhadap Self-Healing

Walaupun terlihat sederhana, self-healing memiliki manfaat secara ilmiah.

ontohnya, kegiatan journaling dapat membantu individu memahami emosi yang sulit diungkapkan.

Sari & Widodo (2021) menemukan bahwa menulis jurnal dapat meningkatkan kemampuan mengelola stres pada remaja.

Namun, penting dicatat bahwa self-healing bukan solusi utama bagi semua masalah mental. Beberapa kondisi membutuhkan terapi profesional atau penanganan medis.

Cara Sederhana Memulai Self-Healing

Kalau kamu ingin mencoba, berikut langkah praktis yang bisa dilakukan:

Tren self-healing menunjukkan bahwa Gen Z semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan mental.

Lewat metode ringan dan mudah diterapkan, mereka berusaha menghadapi tantangan hidup yang makin kompleks.

Namun, tetap penting untuk mencari bantuan ahli jika tekanan mental semakin berat. Kesehatan mental bukan sekadar tren—melainkan kebutuhan.(laura)

Editor : Ali Mustofa
#Self healing #Gen Z #Journaling #media sosial #Lifstyle