RADAR KUDUS - Bayangkan kamu berdiri di tepi pantai, butiran pasir halus menyelip di sela jari.
Kini, pandanglah langit malam. Sebuah pernyataan mengejutkan muncul: jumlah bintang yang teramati justru lebih banyak daripada semua butiran pasir di Bumi.
Sebuah studi dari Universitas Hawaii memperkirakan alam semesta teramati memiliki sekitar 1 triliun galaksi, dengan masing-masing rata-rata mengandung 100 juta bintang.
Ini menghasilkan perkiraan kasar 100 triliun bintang, sebuah angka yang hampir tak terbayangkan.
1. Perhitungan dimulai dari pantai
Para peneliti seperti David Blair dari Universitas Hawaii memperkirakan Bumi memiliki sekitar 7,5 triliun butiran pasir.
Angka ini didapat dengan mengestimasi volume total pasir di semua pantai dan gurun, lalu membaginya dengan volume rata-rata sebutir pasir.
Meski jumlahnya fantastis, ini adalah kuantitas yang terbatas dan pada prinsipnya dapat dihitung, memberikan kita dasar yang kuat untuk perbandingan kosmik ini.
2. Di sisi langit, teleskop Hubble memberikan kontribusi besar
Dengan mengamati sebagian kecil langit secara mendalam, astronom dapat memperkirakan jumlah galaksi di alam semesta teramati. Mereka menemukan ada sekitar 100 hingga 200 miliar galaksi.
Setiap galaksi, seperti Bima Sakti kita, adalah sebuah kota bintang yang dihuni oleh ratusan miliar hingga triliunan bintang, menjadikan total bintang angka yang tak terbayangkan.
3. Ketika kedua angka ini dipertemukan, hasilnya mencengangkan
Dengan asumsi konservatif 100 miliar galaksi yang masing-masing berisi 100 miliar bintang, total bintang mencapai 10 triliun miliar.
Jumlah ini, atau 10^22, jelas jauh melampaui perkiraan jumlah butiran pasir di Bumi yang sekitar 7,5 triliun atau 7,5 x 10^18. Jadi, pernyataan itu benar secara matematis untuk alam semesta yang dapat kita amati saat ini.
4. Perlu diingat, perbandingan ini hanya untuk alam semesta teramati
Luasnya alam semesta sebenarnya mungkin jauh lebih besar dari yang bisa kita lihat, dan banyak bintang redup atau planet yang tidak terdeteksi. Namun, berdasarkan data yang ada, kekalahan pasir terhadap bintang sangat telak.
Fakta ini tidak hanya menunjukkan skala kosmos yang luar biasa, tetapi juga betapa berharganya setiap butir pasir dan setiap bintang di tengah kelimpahan semesta.
Jadi, lain kali kamu menatap lautan pasir atau hamparan bintang, ingatlah ini. Dalam konteks kosmik, planet kita hanyalah setitik debu, namun perspektif ini justru memantik rasa ingin tahu.
Setiap butir pasir adalah bagian dari rumah kita, sementara setiap bintang adalah matahari yang mungkin dikelilingi dunia lain, mengundang kita untuk terus menjelajah dan memahami tempat kita di dalam hamparan ruang dan waktu yang maha luas ini.
Editor : Mahendra Aditya