RADAR KUDUS - Kepemilikan rumah kini menjadi tantangan besar bagi generasi muda, terutama Gen Z dan Milenial.
Survei terbaru menunjukkan bahwa hampir separuh responden dari dua generasi ini menganggap keputusan untuk menikah atau memiliki anak baru akan diambil ketika mereka sudah memiliki rumah pribadi.
Artinya, persoalan hunian bukan hanya soal tempat tinggal, tetapi juga berkaitan erat dengan kesiapan berkeluarga.
Salah satu faktor utama di balik sulitnya Gen Z dan Milenial membeli rumah adalah kenaikan harga properti yang tidak sebanding dengan pertumbuhan penghasilan.
Dalam survei yang sama, sekitar 68 persen responden menyebut harga rumah yang terus meningkat sebagai kendala terbesar.
Sementara itu, hampir separuh dari mereka mengaku penghasilan bulanan belum cukup untuk menutupi biaya pembelian rumah, bahkan sekadar uang muka atau cicilan kredit.
Selain faktor ekonomi, tekanan sosial dan perubahan gaya hidup juga turut berperan. Di kota-kota besar seperti Jakarta, banyak anak muda menunda pernikahan karena merasa belum siap secara finansial, terutama untuk membeli rumah.
Standar sosial yang mengaitkan kesuksesan dan kestabilan dengan kepemilikan properti membuat banyak dari mereka merasa belum “layak” berkeluarga jika belum memiliki hunian sendiri.
Kendati demikian, optimisme tetap terlihat. Sebagian besar Gen Z dan Milenial masih percaya bahwa mereka mampu memiliki rumah dalam waktu sepuluh tahun ke depan.
Keyakinan ini muncul dari harapan akan pemulihan ekonomi dan munculnya berbagai skema pembiayaan yang lebih terjangkau.
Namun, di balik optimisme itu, muncul pula realitas lain: keterbatasan anggaran. Mayoritas responden hanya mampu mengalokasikan dana sekitar 1,5 hingga 3 juta rupiah per bulan untuk sewa atau cicilan rumah.
Jumlah tersebut jauh dari cukup untuk membeli rumah di kawasan perkotaan yang harga propertinya terus naik setiap tahun.
Meskipun demikian, generasi muda tetap memiliki pandangan ideal terhadap hunian. Mereka enggan mengorbankan faktor penting seperti lokasi, desain, dan aksesibilitas hanya demi harga yang lebih murah.
Bagi Gen Z dan Milenial, rumah bukan sekadar tempat berteduh, tetapi juga ruang personal yang mencerminkan identitas dan gaya hidup mereka. (rani)
Editor : Ali Mustofa