RADARKUDUS - Kenapa Abdi Dalem Keraton tidak boleh memakai alas kaki di lingkungan Keraton.
Tata Cara Berpakaian Abdi Dalem
Seorang Abdi Dalem Keraton Yogyakarta memakai busana khusus saat berdinas, dipakai para Abdi Dalem disesuaikan dengan jenis kelamin.
Masing-masing busana yang dipakai para Abdi Dalem ini memiliki makna filosofinya sendiri dan erat kaitannya dengan budaya Jawa.
Salah satu tata cara berpakaian adalah nyeker, dimana Andi dalem dalam lingkungan Keraton tidak memakai alas kaki.
Penghormatan & Kesucian
Para abdi dalem dalam lingkungan Keraton itu dalam keadaan suci atau bersih dan datang dengan maksud baik ketika memasuki area Keraton Yogyakarta.
Kesetaraan & Kerendahan Hati
Tindakan ini melambangkan kesetaraan antar sesama dan di hadapan budaya serta menunjukkan kerendahan hati.
Tata Krama Jawa
Ini adalah bagian dari tata krama (unggah-ungguh) dalam budaya Jawa yang menjunjung tinggi rasa hormat terhadap hierarki dan posisi masing-masing dalam masyarakat.
Simbol Kesiapan & Keikhlasan
Abdi dalem yang tidak memakai alas kaki menunjukkan sikap nrimo (menerima) dan sumarah (pasrah), serta datang dengan niat baik untuk melayani.
Abdi Dalem Keraton Ngayogyakarta
Dengan tidak menggunakan alas kaki, semua Abdi Dalem berada dalam posisi yang setara.
Tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah.
Filosofi ini mencerminkan nilai-nilai kesetaraan dan kesederhanaan yang dijunjung tinggi dalam budaya Jawa.
Di hadapan Sultan dan dalam menjalankan tugasnya, semua Abdi Dalem sama.
Editor : Ali Mustofa