Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Standar Hidup ala TikTok: Realita atau Ilusi untuk Generasi Muda?

Redaksi Radar Kudus • Rabu, 15 Oktober 2025 | 21:49 WIB

Logo TikTok
Logo TikTok

RADAR KUDUS - TikTok kini menjadi salah satu media sosial paling dominan, terutama di kalangan anak muda.

Dengan fitur unggulan For You Page (FYP), aplikasi ini menyuguhkan video sesuai minat pengguna.

Namun di balik keseruannya, muncul fenomena baru: konten-konten viral di TikTok secara tidak langsung menciptakan standar kehidupan yang sulit dijangkau oleh sebagian besar penggunanya.

Baca Juga: Tren Kesenjangan Sosial di TikTok: Lucu, Tapi Menyentil Realitas

Sistem algoritma TikTok mendorong pengguna untuk terus memproduksi dan mengonsumsi konten yang menampilkan gaya hidup ideal versi dunia maya.

Mulai dari fashion terkini, liburan eksklusif, hingga kesuksesan instan—semuanya tampak begitu mudah dan nyata di layar, tapi belum tentu sesuai dengan realita kehidupan mayoritas orang.

Akibatnya, banyak anak muda merasa tertekan untuk mengikuti tren tersebut agar tetap dianggap relevan atau tidak ketinggalan zaman.

Padahal, tidak semua tren cocok dengan kondisi finansial, budaya, atau nilai pribadi masing-masing individu.

Standar hidup yang terbentuk dari konten viral ini sering kali tidak mencerminkan kehidupan nyata.

Kehidupan mewah yang ditampilkan hanya menunjukkan sisi terbaik tanpa memperlihatkan perjuangan atau kesulitan di baliknya.

Baca Juga: Ketika Hidup Harus Sesuai FYP: Dampak Standar TikTok pada Anak Muda

 

Hal ini bisa memicu ekspektasi yang tidak realistis dan menimbulkan krisis identitas di kalangan anak muda.

Lebih dari itu, tekanan untuk selalu tampil sempurna demi konten juga dapat berdampak serius pada kesehatan mental.

Ketidakpuasan terhadap kehidupan pribadi, rasa cemas, hingga rendah diri bisa muncul ketika seseorang merasa tertinggal atau tidak mampu mengikuti gaya hidup yang dibentuk media sosial.

Kesimpulannya, TikTok memang menghadirkan ruang kreatif yang luas, tapi pengguna—terutama generasi muda—perlu lebih bijak memilah mana yang bisa dijadikan inspirasi dan mana yang hanya ilusi belaka.(laura)

Editor : Ali Mustofa
#kesehatan mental #generasi muda #Tekanan sosial #tiktok #Standar hidup digital