RADAR KUDUS - Kasus kanker usus kini banyak ditemukan pada kelompok usia muda, terutama di kalangan Gen Z dan milenial.
Penelitian medis terkini mengungkap bahwa mereka yang lahir sekitar tahun 1990 memiliki kemungkinan dua kali lebih tinggi terkena kanker usus besar dibanding generasi yang lahir di pertengahan abad lalu.
Pola Hidup Tak Sehat Jadi Pemicu Dominan
Para pakar menilai lonjakan kasus ini tak lepas dari perubahan pola hidup masyarakat muda yang cenderung tidak seimbang.
Gaya hidup serba cepat membuat banyak orang mengabaikan pola makan sehat.
Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak, daging olahan, serta rendah serat menjadi faktor pemicu utama yang dapat merusak kesehatan usus.
Ditambah dengan kurangnya aktivitas fisik dan waktu duduk yang terlalu lama, kondisi ini membuat sistem pencernaan bekerja kurang optimal.
Serat dari buah, sayur, dan biji-bijian memiliki peran penting dalam menjaga pergerakan usus dan menekan risiko pertumbuhan sel tidak normal.
Ketika asupan serat berkurang, penumpukan sisa makanan di saluran cerna bisa memicu iritasi dan peradangan yang berpotensi berkembang menjadi kanker.
Faktor Genetik Masih Berperan
Meskipun gaya hidup menjadi penyebab paling kuat, riwayat genetik juga turut meningkatkan risiko.
Individu yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat kanker kolorektal lebih rentan mengalami hal serupa.
Pemeriksaan dini seperti kolonoskopi disarankan dilakukan sebelum usia 40 tahun bagi mereka yang memiliki faktor risiko tersebut atau menderita gangguan pencernaan kronis seperti Irritable Bowel Syndrome (IBS).
Langkah Pencegahan yang Bisa Dilakukan
Pencegahan kanker usus dapat dimulai dengan perubahan kebiasaan sederhana, seperti:
-
Menambah konsumsi makanan berserat tinggi dari buah dan sayuran.
-
Mengurangi makanan cepat saji, olahan, dan daging merah.
-
Berolahraga secara rutin untuk menjaga berat badan ideal.
-
Memastikan asupan gizi harian tetap seimbang.
Menjaga pola makan sehat dan gaya hidup aktif merupakan langkah paling efektif untuk melindungi usus dari risiko kanker di kemudian hari. (rani)
Editor : Ali Mustofa