Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

11 Cara Ampuh Untuk Mengatasi Toxic Relationship Menurut Psikolog

Zakarias Fariury • Jumat, 19 September 2025 | 20:33 WIB
Ilustrasi Orang Bertengkar
Ilustrasi Orang Bertengkar

RADAR KUDUS -  Memiliki hubungan asmara yang sehat dapat meningkatkan kualitas hidup secara signifikan, baik secara mental maupun fisik.

Namun, kenyataan di lapangan seringkali berbeda. Banyak individu terjebak dalam hubungan beracun atau toxic relationship yang menguras energi dan merusak kesejahteraan emosional serta fisik.

Hubungan ini sering kali ditandai dengan kekerasan, perselingkuhan, dan perilaku manipulatif yang merugikan salah satu pihak.

Korban toxic relationship sering kali merasa tidak berdaya dan terperangkap, bahkan di bawah ancaman. Namun, ada langkah-langkah konkret yang dapat diambil untuk keluar dari jeratan ini dan memulai hidup baru yang lebih sehat.

Berikut adalah panduan yang dirangkum dari berbagai ahli, termasuk psikolog, untuk membantu Anda melepaskan diri. 

 

1. Akui Masalah yang Ada

Langkah pertama dan terpenting adalah mengakui bahwa Anda berada dalam hubungan yang tidak sehat. Psikolog Iswan Saputro, M.Psi., menekankan pentingnya tidak menyangkal kenyataan. Menyadari diri sebagai korban akan memotivasi Anda untuk mencari jalan keluar.

2. Hargai Diri Sendiri

Terlepas dari segala upaya yang tidak dihargai oleh pasangan, Anda harus tetap percaya bahwa diri Anda berharga. Psikolog Iswan menambahkan, "Memiliki pandangan positif bahwa kita berhak mendapatkan kebahagiaan dan kebebasan adalah kunci untuk keluar dari toxic relationship." dikutip dari klikdokter.com.

3. Rencanakan Masa Transisi

Jika Anda memutuskan untuk mengakhiri hubungan, buatlah rencana matang untuk menghadapi transisi. Pertimbangkan di mana Anda akan tinggal dan bagaimana Anda akan mandiri secara finansial, terutama jika Anda sudah menikah.

4. Tetapkan Tujuan Mandiri

Kunci utama untuk keluar dari hubungan ini adalah mandiri, terutama dari segi finansial. Anda bisa melanjutkan pendidikan atau mencari pekerjaan baru untuk membangun kemandirian.

5. Berkomunikasi Secara Sehat

Cobalah untuk mengkomunikasikan masalah secara terbuka. Jika komunikasi tidak menghasilkan solusi dan masalah terus berulang, perpisahan mungkin menjadi jalan terbaik

Baca Juga: Niat Baik Belum Tentu Berakhir Manis, 7 Kebaikan Ini Justru Bisa Jadi Bumerang dalam Hidup

6. Cari Dukungan dari Orang Terdekat

Jangan ragu menceritakan kondisi Anda kepada keluarga atau sahabat. Menurut Iswan, dukungan dari orang terdekat bisa menjadi pelindung dan meningkatkan harga diri yang sempat runtuh.

7. Hentikan Komunikasi dengan Pasangan

Setelah memutuskan untuk pergi, putuskan segala bentuk komunikasi dengan pasangan yang manipulatif. Komunikasi hanya boleh dilakukan sebatas urusan anak jika Anda memiliki buah hati bersama.

8. Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Setelah keluar dari hubungan beracun, beri diri Anda waktu untuk menyembuhkan luka mental dan fisik. Luangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang Anda nikmati, seperti meditasi, membaca buku, atau membuat jurnal, dan hindari terburu-buru mencari hubungan baru.

9. Kumpulkan Bukti

Kumpulkan bukti dari perkataan dan perlakuan pasangan. Hal ini akan memperkuat keyakinan Anda untuk keluar dan mencegah keraguan.

10. Cari Bantuan Profesional

Jangan malu untuk mencari bantuan dari psikolog atau psikiater jika Anda mengalami depresi, kecemasan, atau panic attack. Jika ada kekerasan fisik atau ancaman nyawa, segera cari bantuan hukum.

11. Berpegang Teguh pada Keputusan

Merasa rindu setelah berpisah adalah hal normal. Namun, tetaplah berpegang teguh pada keputusan untuk pergi dan ingat alasan mengapa Anda memilih untuk mengakhiri hubungan tersebut. Ketegasan adalah kunci utama untuk memulai hidup yang lebih baik. (*)

Editor : Ali Mustofa
#sosial #pacaran #Psikologi #toxic relationship #hubungan #relationship #emosi #kekasih