Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Orang Tua Wajib Tahu! Ini Penyimpangan Sosial yang Perlu Diwaspadai Bagi Anak!

Asri Kurniawati • Selasa, 22 April 2025 | 23:24 WIB

Ilustrasi anak dan orang tua (image y freepik.com)
Ilustrasi anak dan orang tua (image y freepik.com)

RADAR KUDUS - Kasus penyimpangan seksual tidak hanya terjadi pada orang dewasa; sayangnya, anak-anak juga seringkali menjadi sasaran pelaku penyimpangan seksual, yang dapat berdampak serius pada kondisi psikologis mereka dan menimbulkan trauma yang mendalam.

Penyimpangan seksual, atau dalam istilah medis disebut parafilia, merujuk pada perilaku yang menyimpang dalam orientasi seksual, di mana individu memperoleh kepuasan dari aktivitas, objek, atau situasi yang tidak umum.

Meskipun penyebab pastinya belum sepenuhnya dipahami, beberapa faktor seperti trauma di masa kanak-kanak atau predisposisi genetik diyakini bisa menjadi pemicu munculnya kondisi ini.

Karena siapa pun bisa menjadi korban, termasuk anak-anak, penting bagi orang tua untuk mengenali berbagai bentuk parafilia dan menerapkan langkah-langkah perlindungan sejak dini.

Baca Juga: Tips Rahasia Awet Muda ala Tata Cahyani Mantan Istri Tommy Soeharto yang Kini Menginjak Umur 50 Tahun

Jenis-Jenis Penyimpangan Seksual yang Perlu Diwaspadai

1. Pedofilia:

Pelaku pedofilia memiliki ketertarikan seksual terhadap anak-anak, biasanya yang berusia di bawah 13 tahun.

Tindakannya bisa berkisar dari rayuan, penyentuhan bagian tubuh pribadi, hingga kekerasan seksual.

2. Froteurisme:

Jenis ini mencakup dorongan untuk menggesekkan alat kelamin ke tubuh orang lain secara diam-diam, sering kali di tempat umum seperti angkutan umum.

3. Eksibisionisme:

Pelaku eksibisionisme merasa puas secara seksual ketika memamerkan alat kelamin kepada orang asing, terkadang disertai dengan tindakan masturbasi di tempat umum.

4. Voyeurisme:

Pengintipan terhadap orang lain yang sedang mandi, berganti pakaian, atau berhubungan intim menjadi sumber kepuasan bagi pelaku voyeurisme.

5. Masokisme dan Sadisme:

Dalam masokisme, pelaku merasakan kepuasan saat mereka disakiti atau dipermalukan.

Sebaliknya, sadisme merujuk pada kepuasan yang diperoleh dari menyakiti orang lain.

 

Baca Juga: Daun Binahong, Tanaman Herbal Serbaguna dengan Banyak Manfaat Kesehatan

6. Zoofilia:

Penyimpangan ini terjadi ketika seseorang memiliki ketertarikan seksual terhadap hewan, yang menganggap kontak seksual dengan hewan lebih memuaskan daripada dengan manusia.

Selain itu, terdapat pula bentuk lainnya seperti nekrofilia (ketertarikan pada mayat), coprophilia (ketertarikan pada kotoran), somnophilia (ketertarikan pada orang yang tidur atau tidak sadar), dan skatologia (kepuasan dari percakapan cabul lewat telepon).

Cara Melindungi Anak dari Pelaku Penyimpangan Seksual

Mengingat pelaku sering kali tidak menunjukkan perilaku mencurigakan dan tampak seperti orang biasa, orang tua perlu bersikap waspada dan aktif dalam melindungi anak.

Beberapa langkah yang bisa diambil antara lain:

- Memberikan edukasi seksual yang sederhana dan sesuai usia anak.

- Mengajari anak untuk mengenali bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain.

- Mendorong anak untuk terbuka dan tidak takut untuk menceritakan pengalaman yang membuat mereka tidak nyaman.

- Mengingatkan anak agar tidak menerima barang atau ajakan dari orang asing.

- Mengawasi lingkungan tempat anak bermain dan memastikan mereka berada di lokasi yang aman.

Baca Juga: 8 Kebiasaan Perempuan yang akan Menjadi Sosok Ibu Baik, Ini Menurut Psikologi

Orang tua juga sebaiknya tetap waspada terhadap orang-orang terdekat yang menunjukkan tingkah laku mencurigakan.

Jika seseorang terlihat memiliki kecenderungan terhadap penyimpangan seksual, penting untuk segera membawanya menemui tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut. (Asri Kurniawati)

Editor : Ali Mustofa
#kesehatan mental #anak #pedofilia #gaya hidup #lifestyle #kesehatan #kasus penyimpangan anak #Psikologi #psikologi anak #gaya hidup aktif dan sehat #parafilia #penyimpangan #Psikologi dan Kesehatan