RADAR KUDUS – Sebagian masyarakat Jawa pasti sudah tak asing dengan mitos bahu laweyan. Bagi yang percaya, perempuan bahu laweyan akan menjadi petaka bagi lelaki yang dinikahinya.
Belum diketahui pasti tentang kebenaran mitos ini. Namun kisah bahu laweyan ditulis dalam naskah kuno yang konon bisa membuat celaka suaminya.
Mitos Perempuan Bahu laweyan
Dalam jurnal berjudul “The Bahu LawBaeyan Legend in Photographic Work” oleh Rahdan Hutama Putra dan Handriyotop, perempuan dengan bahu laweyan memiliki tanda air sebesar koin di bahu kirinya.
Tanda lahir tersebut konon diyakini diisi oleh makhluk tak kasat mata berjenis hewan melata yang akan mengelilingi tangannya.
Keberadaan makhluk itu dipercaya bisa membawa petaka. Jika mereka menikah, suaminya kelak akan meninggal dunia.
Ketika seorang laki-laki menikahi sosok perempuan bahu laweyan, konon mendapat petaka.
Konon lelaki tersebut akan meninggal mengenaskan. Bisa juga terkena musibah secara terus menerus.
Konon Kekuatan Perempuan Bahu Laweyan Luntur setelah Menikah 7 Kali
Mitos yang beredar, kekuatan perempuan bahu laweyan akan sirna setelah menikah 7 kali. Setelah menikah 7 kali, aura perempuan bawu laweyan yang mistis akan hilang.
Ciri lain dari perempuan bahu laweyan yakni memiliki lesung di punggung. Lesung atau lengkungan otot ekcil di pinggul menjadi ciri fisik yang jarang dimiliki orang.
Editor : Noor Syafaatul Udhma