RADAR KUDUS – Selain buahnya, daun alpukat rupanya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Daun dari buah bernama latin Persea Americana L ini sejak lama digunakan sebagai obat herbal untuk mengobati berbagai penyakit seperti tekanan darah tinggi, diabetes, hingga kanker.
Dilansir dari laman Alodokter, daun alpukat memiliki kandungan mineral, protein, serat, vitamin, asam lemak, dan polifenol.
Berikut Ini 9 Manfaat Daun Alpukat untuk Kesehatan
- Mengontrol Diabetes Tipe 2
Kandungan Polifenol dalam daun alpukat berperan penting dalam mengontrol diabetes tipe 2. Sebab senyawa ini bisa mecegah pemecahan pati (zat tepung) menjadi gula, sehingga lonjakan gula darah penderita diabetes tipe 2, khusus setelah makan akan terkontrol.
Bila penderita diabetes tipe 2 yang menerapkan pola makan sehat dengan rutin mengonsumsi sumber polifenol terbukti mengalami penurunan kadar gula darah bahkan mengalami peningkatan sensitifitas hormon insulin. Tak heran daun alpukat digunakan untuk mengontrol kadar gula dalam darah.
- Menjaga Daya Tahan Tubuh
Manfaat lainnya dari daun alpukat yakni menjaga daya tahan tubuh. Sebab daun alpukat memiliki kandungan antioksidan yang dapat mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas. Dengan mengonsumsi daun alpukat akan membantu daya tahan tubuh menjadi fit.
- Menjaga Kesehatan Pencernaan
Daun alpukat juga memiliki mampu menyehatkan saluran cerna. Sebab polifenol dalam daun alpukat bisa meningkatkan pertumbuhan bakteri baik (probiotik) di usus dan menguranfi junmlah bakteri jahat penyebab gangguan pencernaan.
- Menurunkan Kadar Kolestrola
Kabar baik nih bagi penderita kolestrol. Sebab menurut penelitian, daun alpukat bisa menurunkan kadar kolestrol. Sebab daun alpukat memiliki efek antihiperlipedemia. Efek ini bisa digunakan untuk menurunkan kadar kolestrol yang tinggi.
Kendati demikian, penelitian ini masih sangat terbatas. Untuk itu daun alpukat tidak boleh digunakan untuk menggantikan pengobatan dari dokter.
- Meredakan Nyeri Sendi
Sama seperti manfaat dalam buah alpukat, daun alpukat juga mampu meredakan nyeri sendi. Sebab daun alpukat memiliki kandungan zat yang bersifat antiinflamasi dan analgesik. Efek ini membuat daun alpukat bermanfaat untuk meredakan nyeri sendi, misalnya akibat aktivitas berat atau radang sendi.
- Mengatasi Batuk
Manfaat lainnya dari daun alpukat yakni mampu mengatasi batuk kering. Bila sudah mencoba mengatasi batuk dengan jeruk nipis atau air hangat, kamu bisa mencoba air rebusan daun alpukat untuk mengatasi batuk.
Sebab daun alpukat memiliki kandungan zat yang memiliki sifat antitusif. Sifat antitusif ini mampu menekan reflek batuk di otak, sehingga dorongan untuk batuk menjadi berkurang.
- Mengobati Gejala Asma
Senyawa fotokimia dalam daun alpukat memberi efek relaksasi dan ketenangan yang menyeluruh di tubuh dan pikiran. Tidak hanya membantu meredakan gejala asma, tetapi juga dapat mengurangi sakit kepala, nyeri otot, dan meningkatkan aliran udara ke paru-paru.
- Mengobati Batu Ginjal
Daun alpukat memiliki kandungan alkaloid, flanoid, dan saponin yang mampu memecah batu ginjal. Dengan mengonsumsi rebusan daun alpukat secara rutin dapat meningkatkan volume urine dan membantu mengatasi masalah kesehatan pada organ ginjal.
- Melawan Sel Kanker
Ini yang ditunggu-tunggu. Daun alpukat memiliki senyawa yang memiliki efek antikanker, antioksidan, dan antiinfklamasi. Beberapa penelitian menyatakan senyawa yang terkandung dalam daun alpukat bisa menghambat pertumbuhan sel kanker.
Baca Juga: Buah Alpukat Diklaim Mujarab Lawan Kanker Payudara hingga Prostat
Bagaimana Cara Mengonsumsi Daun Alpukat?
Caranya mudah.
- Siapkan 4 atau 5 daun alpukat
- Kemudian cuci bersih daun alpukat yang dipilih
- Tuang satu setengah hingga 2 gelas air ke dalam wadah dan biarkan mendidih
- Kemudian masukkan daun alpukat
- Biarkan hingga suam suam kuku lalu minumlah ramuan tersebut secara rutin
Selain minum air rebusan, kamu bisa mengonsumsi suplemen ekstrak daun alpukat yang bisa didapatkan di apotek.
Itulah 9 manfaat yang daun alpukat untuk kesehatan. Kendati demikian, manfaat tersebut masih perlu lebih banyak penelitian. Bila tertarik mencoba, berkonsultasikan dengan dokter.
Editor : Noor Syafaatul Udhma