Ada empat hal yang perlu diketahui bikers terutama yang mengendarai motor bebek dan motor matik agar terhindar dari sepeda motor “kegasruk”, yaitu:
- Manfaatkan postur berkendara aman yaitu postur kepala. Gunakan pandangan mata untuk mengumpulkan infomasi yang seluas dan selengkapnya. Jika berkendara 40 km/jam minimal jarak pandang ke depan sejauh 22 meter agar memiliki kesempatan untuk merespon dan mengoperasikan kendaraan dengan tepat agar terhindar dari bagian badan jalan yang menyebabkan kegasruk atau kepentok.
- Pahami desain dan ukuran dari kendaraan yang kita gunakan. Desain motor matik umumnya akan menempatkan mesin dibagian tengah kebelakang. Mesin motor bebek berada ditengah cenderung kedepan.
- Bagian badan jalan yang menjadi alat pengendali dan pengaman pengguna jalan yang dikenal disebut polisi tidur telah diatur di Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor Pm 14 Tahun 2021. Tinggi puncak 5-9 cm dengan lebar total 35-39 cm dan kelandaian paling tinggi 50 persen. Honda Vario 125 cc memiliki jarak yang paling rendah diantara matik Honda lainnya ke tanah yaitu 13,2 cm kondisi tanpa pengendara, jika ditambah pengendara berboncengan dengan bagasi terisi maka jarak terendah ke tanah dapat berkurang hingga 3 cm sehingga tersisa 10,2 cm, dengan sisa jarak tersebut, pengendara masih memiliki jarak aman yang cukup melewati polisi tidur dengan kecepatan normal pelan.
- Waspada terhadap bagian badan jalan yang sedang dalam perbaikan, rusak atau lubang sehingga tidak diketahui kedalamannya. Atau bagian badan jalan yang memiliki beda ketinggian yang tidak diketahui serta rekayasa polisi tidur yang tidak mengikuti regulasi yang ada. Jika bertemu lubang dan kondisi tertentu tidak dapat menghindar, dianjurkan saat melaluinya dengan postur setengah berdiri dengan beban tubuh menumpu dikaki, agar pengendalian tidak terganggu dan titik berat berpindah sedikit ke depan.
Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng Oke Desiyanto menjelaskan, bila pengendara melakukan anjuran penggunaan motor secara tepat, maka akan menjaga komponen mesin yang letaknya dibagian bawah dari benturan.
“Jika tidak hapal dengan kondisi permukaan jalan yang dilalui, dianjurkan menjaga pandangan agar bisa mengetahui lebih dini kondisi jalan didepan, bergeraklah dengan kecepatan rendah dan hindari menerobos genangan air yang kita tidak mengerti permukaan dibawahnya,” jelas Oke Desiyanto. (lia/adv) Editor : Kholid Hazmi