Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tak Lagi Terlihat Jadul, Gethuk Singkong Bertransformasi Jadi Kuliner Kekinian

uinbroadcasting • Kamis, 25 Juni 2026 | 11:52 WIB
Jajanan tradisional gethuk bertransformasi menjadi kuliner kekinian dengan bentuk menyerupai roll cake dan topping yang menggugah selera.
Jajanan tradisional gethuk bertransformasi menjadi kuliner kekinian dengan bentuk menyerupai roll cake dan topping yang menggugah selera.

RADAR KUDUS - Kuliner tradisional Indonesia terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman.

Salah satu contohnya adalah gethuk, makanan berbahan dasar singkong yang selama ini identik dengan jajanan tradisional.

Di tangan pelaku usaha kreatif, gethuk kini hadir dengan tampilan modern dan berhasil menarik perhatian generasi muda hingga wisatawan.

Salah satu produk yang cukup dikenal adalah Oh My Gethuk, sebuah inovasi oleh-oleh khas Malang yang menyulap gethuk menjadi sajian modern menyerupai roll cake.

Bentuknya yang unik, dipadukan dengan beragam topping kekinian, membuat makanan tradisional ini tampil lebih menarik tanpa meninggalkan cita rasa khas singkong.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa makanan tradisional tidak harus kalah bersaing dengan dessert modern atau makanan viral yang banyak bermunculan di media sosial.

Dengan sentuhan kreativitas, kuliner lokal justru mampu memiliki daya tarik baru dan menjangkau pasar yang lebih luas.


berbagai macam rasa gethuk kekinian
berbagai macam rasa gethuk kekinian

Mengangkat Citra Gethuk ke Level yang Lebih Modern

Selama bertahun-tahun, gethuk dikenal sebagai makanan sederhana yang banyak ditemukan di pasar tradisional.

Terbuat dari singkong yang direbus lalu dihaluskan, gethuk biasanya disajikan dengan taburan kelapa parut atau gula.

Namun konsep tersebut diubah melalui Oh My Gethuk. Produk ini menghadirkan gethuk dalam bentuk gulungan seperti cake modern dengan tampilan yang lebih elegan.

Dari luar, banyak orang bahkan tidak menyangka bahwa produk tersebut sebenarnya terbuat dari singkong.

Inovasi ini menjadi salah satu strategi untuk memperkenalkan kembali kuliner tradisional kepada generasi muda yang cenderung tertarik pada makanan dengan tampilan menarik dan mudah dibagikan di media sosial.

berbagai pilihan rasa gethuk kekinian
berbagai pilihan rasa gethuk kekinian

Varian Rasa yang Mengikuti Selera Generasi Masa Kini

Salah satu daya tarik utama Oh My Gethuk terletak pada pilihan rasanya yang beragam. Jika gethuk tradisional identik dengan rasa original, produk ini hadir dengan sejumlah varian yang lebih modern.

Varian Choco Milo menjadi favorit banyak konsumen karena menghadirkan kombinasi rasa cokelat dan vanila yang dipadukan dengan lelehan cokelat melimpah.

Sementara itu, varian Cheese menawarkan perpaduan cream cheese dan vanila dengan taburan keju serta cokelat putih yang memberikan sensasi gurih dan manis dalam satu gigitan.

Bagi pencinta kopi, tersedia varian Macchiato yang memadukan rasa moka dan vanila dengan topping cokelat moka premium serta potongan almond.

Ada pula varian Taro yang mengombinasikan singkong dan ubi ungu sehingga menghasilkan warna menarik sekaligus cita rasa yang khas.

Keberagaman rasa tersebut membuat produk ini mampu menjangkau konsumen dari berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga orang dewasa.

Oleh-Oleh yang Cocok untuk Berbagai Acara

Selain menjadi buah tangan khas Malang, Oh My Gethuk juga sering dijadikan sajian untuk berbagai kegiatan seperti arisan keluarga, rapat kantor, pertemuan komunitas, hingga acara santai bersama teman.

Teksturnya yang lembut membuat produk ini mudah dinikmati oleh berbagai kelompok usia. Bahkan banyak keluarga yang menjadikannya sebagai camilan bersama saat berkumpul.

Kemasan yang modern juga menjadi nilai tambah tersendiri. Produk dikemas dalam kotak eksklusif yang praktis dibawa bepergian sehingga cocok dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Malang.

Tren Kuliner Tradisional yang Dimodernisasi

Keberhasilan Oh My Gethuk menjadi bukti bahwa makanan tradisional masih memiliki peluang besar di tengah persaingan industri kuliner modern.

Saat ini, banyak pelaku usaha yang mulai mengemas kembali makanan khas daerah dengan konsep yang lebih kekinian.

Tidak hanya meningkatkan nilai jual produk, inovasi semacam ini juga membantu melestarikan kuliner Nusantara agar tetap dikenal oleh generasi muda.

Transformasi tersebut menjadi langkah penting dalam menjaga eksistensi makanan tradisional di tengah perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin dinamis.

Membuktikan Singkong Bisa Menjadi Produk Premium

Selama ini singkong sering dianggap sebagai bahan pangan sederhana. Namun melalui kreativitas dan inovasi, bahan yang mudah ditemukan tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Oh My Gethuk menjadi contoh bagaimana kuliner lokal dapat berkembang menjadi produk oleh-oleh modern yang diminati pasar.

Dengan tampilan menarik, cita rasa beragam, serta kemasan yang eksklusif, gethuk tidak lagi dipandang sebagai jajanan tradisional biasa.

Sebaliknya, makanan khas berbahan dasar singkong ini berhasil membuktikan bahwa kuliner lokal Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan bersaing di tengah tren makanan modern yang terus berubah. (Muthia)

Editor : Ali Mustofa
#oh my gethuk #oleh oleh malang #jajan tradisional #Jajanan Jadul #gethuk