Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Berapa Lama Daging Kurban Bisa Disimpan? Ini Batas Aman di Kulkas dan Freezer

Iwan Arfianto • Kamis, 28 Mei 2026 | 15:06 WIB
Ilustrasi Danging Kurban (getty images)
Ilustrasi Danging Kurban (getty images)

 

Jakarta - Daging kurban Idul Adha kerap disimpan di kulkas atau freezer agar tetap segar sebelum diolah.

Namun, banyak masyarakat masih bertanya-tanya mengenai batas aman penyimpanan daging agar kualitas dan keamanannya tetap terjaga.

Pakar gizi mengingatkan bahwa lama penyimpanan daging sangat bergantung pada suhu serta tempat penyimpanannya.

Jika daging akan segera dimasak dalam waktu dekat, penyimpanan di kulkas bagian pendingin atau chiller dinilai sudah cukup.

Untuk konsumsi dalam satu hingga dua hari, daging disarankan disimpan di suhu dingin kulkas.

Namun bila ingin disimpan lebih lama, freezer menjadi pilihan yang lebih aman.

Daging Bisa Awet Berbulan-bulan di Freezer

Menurut para ahli, daging kurban yang disimpan di freezer dengan suhu ideal minus 18 derajat Celsius dapat bertahan cukup lama, bahkan hingga berbulan-bulan.

Dalam kondisi pembekuan yang stabil, daging mentah bisa bertahan sekitar 6 hingga 12 bulan tanpa mengalami kerusakan berarti.

Sementara daging yang telah dimasak umumnya aman disimpan selama dua sampai tiga bulan di freezer.

Meski demikian, penyimpanan terlalu lama tetap berisiko menurunkan kualitas.

Perubahan aroma, rasa, hingga tekstur daging dapat terjadi akibat proses oksidasi lemak selama masa penyimpanan.

Jangan Asal Simpan, Beri Label Tanggal

Agar kualitas daging tetap terpantau, masyarakat disarankan memberi label tanggal saat mulai menyimpan daging di kulkas atau freezer.

Cara sederhana ini membantu menghindari risiko menyimpan daging melebihi batas aman konsumsi.

Selain itu, penggunaan wadah kedap udara atau plastik khusus penyimpanan makanan juga penting untuk mencegah daging menjadi kering dan terkontaminasi.

Suhu Minus 18 Derajat Jadi Kunci

Ahli teknologi pangan menilai suhu beku minus 18 derajat Celsius menjadi standar terbaik untuk memperlambat pertumbuhan mikroorganisme serta menjaga mutu daging.

Namun, proses pembekuan yang kurang tepat bisa menyebabkan terbentuknya kristal es besar di dalam jaringan daging.

Kondisi ini berpotensi membuat daging kehilangan banyak cairan saat dicairkan, sehingga hasil masakan terasa lebih kering.

Karena itu, masyarakat dianjurkan membagi daging dalam porsi kecil sesuai kebutuhan memasak.

Cara ini juga membantu mencegah pembekuan ulang yang dapat merusak kualitas daging.

Pakar pun mengingatkan agar tidak membekukan kembali daging yang sudah dicairkan karena berisiko menurunkan mutu dan keamanan pangan secara signifikan.

Editor : Iwan Arfianto
#penyimpanan daging #freezer #suhu penyimpanan #risiko oksidasi #daging kurban