IKAN-ikan segar begitu maknyus jika dipadukan dengan kuah pedas. Seperti olahan sayur merica dari Rembang ini.
Yang kekuatan bumbu dapurnya begitu nendang. Sayur merica bagitu mudah ditemukan di wilayah Rembang.
Salah satunya bisa didapatkan di Warung Pinggir Goro, Desa Pandean. Lokasinya tidak jauh dari Alun-alun Rembang.
Tempat makan ini memang terkenal dengan olahan mericanya. Setiap jam makan siang kerap kali dipenuhi pengunjung.
Mamang, kuliner ini cocok disantap saat waktu istirahat kerja.
Tampilan dari kelo merica cukup simpel, yakni ikan berkuah bening kekuningan ditambah irisan labu.
Meski demikian, kaya dengan rasa.
Ana, pemilik warung bilang, hampir seluruh bumbu dapur ada dalam olahan merica.
Seperti cabai, bawang merah, bawang putih, kunyit, merica, kemiri, daun jeruk, dan jinten.
“Merica itu bumbu dapur semua masuk,” katanya.
Sesuap kuah merica ini langsung terasa pedas dan asam. Saat bersantap cocok sekali jika ditemani nasi putih dan kerupuk.
Nendangnya kuah ini akan kurang tanpa didampingi ikan segar. Biasanya, sayur merica menggunakan ikan dukang, senbilang, dan manyung.
Di warung pinggir goro tampilan merica ada yang menarik. Yakni kepala ikan dengan ukuran besar yang membuat sensasi makan makin asyik.
Seporsi kepala ikan itu disajikan dalam wadah yang lebih besar daripada piring nasi.
Makan semakin asyik karena ada sensasi mengobrak-abrik bagian-bagian kepala ikan yang enak untuk dinikmati.
“Ikannya fresh,” ujarnya.
Dalam sehari, di warungnya bisa menghabiskan 20 sampai dengan 25 kilogram ikan.
Memang warung ini biasanya ramai saat jam makan siang. Atau saat momen libur lebaran beberapa waktu lalu.
Olahan merica ikan sembilang menjadi menu favorit di sini.
Untuk menikmati merica di Warung Pinggir Goro, cukup membayar Rp 30 ribu untuk porsi dua piring ikan atau Rp 40 ribu untuk porsi kepala ikan dukang besar, dan Rp 50 ribu untuk porsi kepala ikan sembilang yang juga berukuran besar. (vah/ war)
Editor : Ali Mustofa