KUDUS – Belasan mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam UIN Sunan Kudus mengikuti kunjungan edukatif ke kantor Jawa Pos Radar Kudus, Jumat (3/10).
Agenda ini menjadi kesempatan untuk memahami lebih dekat proses pembuatan berita cetak, online, hingga video.
Kunjungan yang difasilitasi oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) KPI, khususnya divisi Broadcast dan Warta Journalism, berlangsung pukul 15.00 hingga 17.00 WIB.
Baca Juga: Sidorekso Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah di Kaliwungu
Sebanyak 18 mahasiswa semester lima hadir, dengan semangat ingin menggali ilmu jurnalistik langsung dari ruang redaksi media massa.
Pemimpin Redaksi Radar Kudus, Ulin Nuha, menjelaskan secara detail tugas dan fungsi tim redaksi, mulai reporter, editor, fotografer, hingga layout.
Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan wartawan serta alur kerja pembuatan koran.
Menurutnya, berita yang layak tayang harus memenuhi kaidah jurnalistik, verifikasi, dan keseimbangan.
Dalam sesi diskusi, sejumlah mahasiswa sempat bertanya terkait minat pembaca terhadap media cetak di tengah era digital.
Ulin menjawab bahwa meski pembaca cetak menurun, koran tetap memiliki pasar loyal atau langganan, sementara media online menjadi pendukung utama distribusi informasi cepat.
Selain itu, Koordinator Video Radar Kudus, Luthfi, turut membagikan pengalaman terkait konten video berita.
Baca Juga: DPRD Kudus Bentuk Tim Khusus Hadapi Pemangkasan Dana
Ia menekankan bahwa wartawan saat ini tidak hanya dituntut menulis, tetapi juga mampu mengambil gambar dan mengambil video, sejalan dengan kebutuhan multiplatform.
Ketua Divisi broadcast dan warta journalism (warna) HMPS KPI, Vivita Salsabilla (20), mengaku kunjungan ini membuka wawasan baru.
"Seru banget, dan jadi tahu ternyata membuat berita tidak semudah yang dipikirkan. Dibutuhkan jaringan luas dan pengetahuan banyak. Saya pribadi suka menulis dan tertarik dengan dunia jurnalistik," ujarnya.
Vivita menambahkan, agenda ini menjadi pengalaman berharga setelah tahun sebelumnya kunjungan mahasiswa KPI dilakukan ke radio.
"Kami memutuskan memilih kantor media cetak dan online agar bisa belajar langsung dari wartawan. Harapannya teman-teman bisa lebih memahami proses pembuatan berita secara nyata," katanya. (dik)
Editor : Ali Mustofa