KUDUS – Andong yang ditarik kuda masih menjadi salah satu hiburan tradisional bagi masyarakat di Kabupaten Kudus.
Usaha ini tetap beroperasi di kawasan GOR Kudus dengan mengandalkan kunjungan penumpang, terutama anak-anak dan keluarga saat akhir pekan.
Pengelola andong menyebutkan, aktivitas usaha dimulai sekitar pukul 07.00. Pada Jumat, operasional biasanya berakhir sekitar pukul 11.00.
Sementara itu, pada Sabtu dan Minggu, aktivitas dapat berlangsung hingga pukul 14.00 atau 15.00.
Jumlah penumpang cenderung meningkat pada akhir pekan, khususnya Minggu. Dalam sekali perjalanan, satu andong dapat mengangkut sekitar lima orang.
Rute perjalanan menyesuaikan permintaan penumpang, mulai dari kawasan GOR Kudus menuju jalan raya, Gang Patu, hingga sejumlah kawasan lain di sekitar kota.
Tarif yang disebutkan pengelola sebesar Rp 50 ribu untuk satu andong. Dalam sehari, perjalanan dapat dilakukan sekitar tiga hingga empat kali, bergantung pada jumlah penumpang.
Meski demikian, pengelola masih menghadapi kendala dalam menjalankan usaha. Salah satunya kesulitan memperoleh rumput sebagai pakan kuda saat musim kemarau.
Baca Juga: Cari Wisata Keluarga di Kudus? The Hills Vaganza Tawarkan Spot Foto hingga Wahana Rekreasi
Kondisi kesehatan kuda juga menjadi perhatian agar tetap mampu beroperasi.
Perawatan dilakukan dengan memandikan kuda setiap pagi dan membersihkan kotorannya sekitar tiga kali sehari.
Pengelola juga menyebut pandemi Covid-19 sempat menyebabkan penurunan jumlah penumpang sehingga usaha mengalami kesulitan.
Saat ini, jumlah andong yang beroperasi disebut sekitar tiga unit pada Jumat dan Sabtu.
Jumlah tersebut meningkat menjadi enam hingga delapan unit pada Minggu.
Pengelola berharap keberadaan andong tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.
Selain menjadi sumber penghasilan, usaha tersebut diharapkan dapat mempertahankan keberadaan kuda dan budaya transportasi tradisional di Kudus. (Ray)
Editor : Ali Mustofa