Rumput Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus Menguning, Pemkab Intensifkan Perawatan

KUDUS – Kondisi rumput di kawasan Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Jawa Tengah, mulai memprihatinkan.
Sejumlah bagian rumput terlihat menguning, mengering, bahkan mengalami kerusakan hingga beberapa titik lapangan tidak lagi tertutup hamparan hijau.
Kondisi tersebut diduga dipengaruhi cuaca kemarau ekstrem yang membuat rumput kekurangan air.
Selain faktor cuaca, tingginya intensitas kegiatan pemerintahan dan aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan alun-alun juga diperkirakan turut memengaruhi kondisi tanaman.
Melihat keadaan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus meningkatkan upaya perawatan agar ruang terbuka hijau yang menjadi salah satu ikon kota itu dapat kembali terjaga.
Perawatan dilakukan melalui penyiraman secara rutin, pemberian pupuk, serta rencana penyulaman atau penanaman kembali rumput pada bagian yang telah mati dan rusak.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Ruang Terbuka Hijau (PPRTH) Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus, Muchlisin, menjelaskan bahwa Bupati Kudus Sam’ani Intakoris telah meninjau langsung kondisi rumput di alun-alun pada Rabu (14/10).
Peninjauan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kudus Eko Djumartono bersama jajaran Dinas Pertanian.
Dalam kesempatan itu, bupati memberikan arahan agar pemeliharaan rumput dilakukan secara lebih optimal.
Penyiraman perlu ditingkatkan, sementara pemupukan dan penyulaman dilakukan sesuai kebutuhan untuk membantu memulihkan bagian lapangan yang mengalami kerusakan.



