HUT ke-477 Kudus Dapat Kado Istimewa, 164 Rumah Tak Layak Huni Disulap Jadi Layak

Ali Mustofa • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 11:44 WIB
DITERIMA: Perwakilan penerima bantuan RSLH berfoto bersama dengan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, perwakilan PT Djarum dan Polytron. (DJARUM FOUNDATION UNTUK RADAR KUDUS)
DITERIMA: Perwakilan penerima bantuan RSLH berfoto bersama dengan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, perwakilan PT Djarum dan Polytron. (DJARUM FOUNDATION UNTUK RADAR KUDUS)

KUDUS- Dalam rangka Hari Jadi Ke-477 Kabupaten Kudus, PT Djarum dan Polytron memberikan kado bagi masyarakat melalui Program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) Tahap Kedua.

Program ini merupakan komitmen berkelanjutan dalam mendukung upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah di Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Kudus.  

Sebanyak 164 rumah telah rampung direnovasi dan dibangun ulang dengan total nilai bantuan mencapai Rp 11,4 miliar.

Penyerahan bantuan RSLH Tahap Kedua secara simbolis dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Kudus pada Kamis (21/9).

Pada tahap kedua ini, Program RSLH menyentuh delapan kecamatan dengan dengan total 164 unit rumah terdiri atas 109 rumah dibangun melalui dukungan PT Djarum dan 55 unit rumah dari PT.

Hartono Istana Teknologi (Polytron). Adapun rumah tersebut tersebar di Kecamatan Bae (9 rumah), Dawe (28 rumah), Jati (16 rumah), Jekulo (22 rumah), Kaliwungu (15 rumah), Gebog (43 rumah), Undaan (20 rumah), dan Mejobo (11 rumah).

Setiap rumah mendapatkan bantuan sekitar Rp 70 juta yang diwujudkan dalam pembangunan rumah dengan standar keamanan, kenyamanan dan memenuhi aspek kesehatan hunian.

Bupati Kudus Sam'ani Intakoris mengapresiasi kolaborasi berkelanjutan dengan PT Djarum dan Polytron melalui Program RSLH.

Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-477 Kabupaten Kudus, sinergitas yang terjalin antara Pemerintah Kabupaten dan sektor swasta menjadi wujud nyata semangat gotong royong dalam membangun daerah sekaligus menghadirkan kehidupan masyarakat yang lebih sehat, aman dan produktif. 

“Kami punya slogan Urup-urupi dalam bahasa Jawa yang mempunyai filosofi sangat dalam yakni merupakan simbol batin, semangat, dan kehidupan. Sesuai dengan slogan tersebut, semoga PT Djarum dan Polytron semakin maju dan selalu membantu masyarakat baik di Kudus maupun di daerah lainnya melalui banyak program yang bermanfaat,” ucap Sam’ani.

Bupati optimis program ini turut mendorong semangat kerja masyarakat, sejalan dengan pemenuhan kebutuhan dasar lainnya.

General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto mengatakan, program RSLH merupakan wujud komitmen perusahaan dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Sepanjang tahun 2026, PT Djarum dan Polytron menargetkan membangun 400 unit rumah di Kudus yang direalisasikan secara bertahap sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah daerah dalam membangun hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. 

Setiap rumah yang dibangun, memenuhi tiga aspek utama yakni keamanan yang berkaitan dengan bangunan kokoh, kuat dan tahan lama, aspek kenyamanan bagi para penghuninya dan sisi kesehatan berupa ketersediaan fasilitas, sanitasi, pencahayaan dan sirkulasi udara.

”Ketika persoalan rumah yang tidak layak dapat diselesaikan, masyarakat tidak lagi terbebani sehingga lebih fokus bekerja, lebih produktif, dan secara bertahap meningkatkan kondisi sosial ekonominya,” ungkapnya. 

Budiharto menambahkan, Program RSLH melibatkan peran berbagai pihak yang diawali dengan pendataan dan usulan pemerintah setempat, kemudian verifikasi untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Keterlibatan masyarakat sekitar menjadi bagian penting dalam menciptakan semangat kebersamaan dan kepedulian selama proses pembangunan rumah.

Program RSLH menerapkan intervensi penuh sehingga penerima manfaat tidak perlu mengeluarkan biaya dalam proses pembangunan ulang rumah.

Sementara itu, Head of Culture Development Polytron, David Setyadi Rahardjo mengatakan, keterlibatan Polytron dalam program RSLH 2026 merupakan wujud komitmen perusahaan untuk turut memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

Keberadaan dua pabrik Polytron di Kudus menjadi dorongan bagi perusahaan untuk ikut berkontribusi meningkatkan kualitas hidup warga.

Sebagai perusahaan yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Kudus, pihaknya ingin terus berkontribusi bagi masyarakat melalui program yang memberikan dampak langsung khususnya dalam kemajuan dan pertumbuhan ekonomi.

”Ini merupakan sebuah tanggung jawab sosial bagi kami. Kami berharap kehadiran RSLH menjadi lebih dari sekadar perbaikan hunian, tetapi juga menjadi langkah awal bagi penerima manfaat untuk menata kehidupan bersama keluarga. Semoga dengan program RSLH masyarakat bisa hidup lebih sehat dan sejahtera,” ungkapnya. (gal)

Editor : Ali Mustofa
hut ke-477 kudus pembangunan rumah pt djarum polytron program RSLH