KUDUS – Masa pensiun bukanlah akhir dari produktivitas, melainkan fase kehidupan yang perlu dipersiapkan sejak jauh-jauh hari. Kesadaran inilah yang terus didorong oleh BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Kudus melalui kolaborasi bersama BNI KC Kudus dalam webinar literasi keuangan bertajuk “Mengelola Keuangan dengan Bijak untuk Mempersiapkan Masa Tua/Pensiun yang Sejahtera”, Kamis (10/9/2026).
Digelar secara daring melalui platform Zoom, kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari perwakilan perusahaan, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat bahwa mempersiapkan masa tua bukan sesuatu yang baru dilakukan ketika mendekati usia pensiun. Justru, semakin dini perencanaan dilakukan, semakin besar kesempatan seseorang untuk membangun kondisi finansial yang lebih siap menghadapi masa depan.
Baca Juga: Harpelnas 2026, Bupati Kudus Ungkap 30.344 Pekerja Rentan Sudah Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan
Dalam sesi edukasi, peserta diajak melihat realitas yang akan dihadapi ketika memasuki usia lanjut. Kebutuhan hidup tidak serta-merta berkurang ketika seseorang berhenti bekerja. Bahkan, sejumlah kebutuhan seperti kesehatan, transportasi, dan aktivitas sehari-hari berpotensi mengalami peningkatan. Di sisi lain, kemampuan untuk memperoleh penghasilan aktif pada usia tersebut cenderung menurun.
Kondisi inilah yang membuat perencanaan keuangan sejak usia produktif menjadi sangat penting.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kudus, Dewi Mulya Sari, mengatakan bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan salah satu fondasi penting dalam mempersiapkan pekerja menghadapi masa depan.
“Masa tua yang sejahtera tidak datang begitu saja. Perlu dipersiapkan sejak kita masih produktif, salah satunya dengan memastikan diri terlindungi dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan dan mulai membangun perencanaan keuangan untuk kebutuhan jangka panjang,” ujar Dewi.
Menurutnya, melalui program Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP), BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan dasar bagi pekerja dalam menghadapi risiko ekonomi ketika memasuki masa tidak produktif.
JHT memberikan manfaat berupa uang tunai yang dapat menjadi salah satu sumber dana peserta ketika memenuhi ketentuan manfaat, sedangkan JP memberikan manfaat pensiun sebagai bentuk perlindungan kesinambungan penghasilan pada masa pensiun sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun, persiapan masa tua tidak cukup hanya mengandalkan satu sumber dana. Masyarakat juga perlu memiliki perencanaan keuangan yang lebih menyeluruh dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Dalam kesempatan yang sama, BNI memberikan edukasi mengenai alternatif perencanaan keuangan jangka panjang, termasuk melalui Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) yang dapat menjadi salah satu pilihan untuk melengkapi persiapan dana pensiun.
Area Head Sekar Pati Bank BNI, Reza Andria, menekankan bahwa kebiasaan mengelola keuangan secara bijak perlu dibangun sedini mungkin.
“Perencanaan keuangan bukan hanya tentang berapa besar penghasilan yang kita miliki, tetapi bagaimana kita mengelolanya untuk memenuhi kebutuhan hari ini sekaligus mempersiapkan kebutuhan di masa depan. Semakin dini dimulai, semakin baik persiapan yang dapat dibangun,” jelas Reza.
Baca Juga: Daftar Lengkap Susunan Terbaru Kabinet Prabowo-Gibran: Suahasil Nazara Gantikan Purbaya jadi Menkeu
Menurutnya, masyarakat perlu memiliki kesadaran untuk mengalokasikan sebagian penghasilan bagi kebutuhan jangka panjang secara konsisten dan terukur.
Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dan BNI dalam kegiatan ini juga menyasar generasi muda yang akan memasuki dunia kerja. Mahasiswa dan pekerja muda dinilai menjadi kelompok yang penting untuk mendapatkan literasi keuangan sejak dini agar memiliki pola pengelolaan keuangan yang sehat sejak memperoleh penghasilan pertama.
Dewi menambahkan, perlindungan sosial dan perencanaan keuangan sebaiknya dipandang sebagai satu kesatuan dalam membangun ketahanan finansial.
“Kami ingin mengajak masyarakat untuk tidak menunggu sampai usia pensiun untuk mulai memikirkan masa tua. Ketika masih sehat, masih produktif, dan masih memiliki penghasilan, justru itulah waktu terbaik untuk mempersiapkannya,” tambah Dewi.
Melalui kegiatan ini, BPJS Ketenagakerjaan Kudus berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya mempersiapkan masa depan secara finansial. Tidak hanya memiliki perlindungan melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan, tetapi juga memiliki kebiasaan mengelola keuangan secara bijak dan merencanakan sumber dana tambahan untuk memenuhi kebutuhan di masa tua.
Dengan kolaborasi antara lembaga jaminan sosial dan sektor perbankan, edukasi finansial diharapkan dapat terus diperluas sehingga masyarakat, khususnya generasi produktif, semakin siap menghadapi berbagai fase kehidupan.
Karena masa tua yang sejahtera bukan dipersiapkan nanti, tetapi dimulai dari keputusan bijak yang kita ambil hari ini.
Editor : Mahendra Aditya