KUDUS – Pusat Kota Kudus dipenuhi ribuan masyarakat pada Sabtu (12/9) malam.
Warga antusias menyaksikan Karnaval Budaya yang digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Kudus ke-477.
Sebanyak 22 kontingen sekolah dan sembilan kecamatan ambil bagian dalam pertunjukan yang berlangsung di kawasan Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus.
Beragam atraksi budaya disuguhkan sehingga kawasan pusat kota berubah menjadi panggung terbuka yang dipenuhi penonton.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan sebagai hiburan masyarakat.
Karnaval juga menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong perputaran ekonomi.
Menurut Sam’ani, semakin banyak wisatawan yang datang ke Kudus diharapkan dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kita ingin meningkatkan kunjungan pariwisata sehingga geliat ekonomi meningkat,” ujarnya.
Pelaksanaan karnaval turut menyebabkan kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan.
Sam’ani menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pengguna jalan yang aktivitasnya ikut terdampak selama acara berlangsung.
Pemkab Kudus sengaja mendorong konsep spot tourism melalui kegiatan semacam karnaval.
Selain memperkenalkan kekayaan budaya lokal, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi generasi muda, khususnya pelajar, untuk ikut terlibat dalam pelestarian budaya daerah.
Semangat tersebut sejalan dengan tema Hari Jadi Kabupaten Kudus ke-477, yakni “Urup Nguripi”.
Tema tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat, termasuk meningkatkan daya beli.
Karnaval diawali dengan atraksi barongsai dan tari tradisional.
Setelah itu, kontingen dari berbagai sekolah secara bergantian melintas dan memperlihatkan kreativitas masing-masing.
Penampilan kemudian dilanjutkan oleh perwakilan dari sembilan kecamatan.
Berbagai tema khas Kudus turut ditampilkan. SMP 1 Dawe misalnya, mengusung tema “Pasukan Macan Putih”, sedangkan SMP 1 Gebog menampilkan tema “Kudus Kota Kretek”.
Kontingen lainnya membawa tema yang berkaitan dengan kuliner, tradisi, serta berbagai kekayaan budaya khas Kudus.
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang jalur karnaval. Penonton dari berbagai kelompok usia memadati kawasan Simpang Tujuh untuk menyaksikan setiap penampilan.
Tidak sedikit warga yang mengabadikan momen menggunakan telepon seluler.
Dengan hadirnya puluhan kontingen dan ribuan penonton, Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus malam itu tidak sekadar menjadi lokasi pertunjukan.
Kawasan tersebut berubah menjadi etalase budaya yang sekaligus memperkenalkan potensi pariwisata Kabupaten Kudus.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Kudus berharap geliat pariwisata semakin berkembang dan memberikan efek berantai bagi pelaku usaha, UMKM, serta perekonomian masyarakat. (dik)
Editor : Ali Mustofa